Home Budaya Angklung Sinar Jaya Hibur Pengguna Jalan di Sudut Kota Bangkalan

Angklung Sinar Jaya Hibur Pengguna Jalan di Sudut Kota Bangkalan

SHARE
Seniman jalanan Sinar Jaya Angklung menampilkan keterampilan bermain musik diperempatan rambu Jalan Mayjend Sungkono Bangkalan. Minggu (12/01/20). (Foto: pojok Suramadu.com)

POJOKSURAMADU.COM, Bangkalan — Terik matahari siang bolong tak menyurutkan semangat sejumlah seniman jalanan untuk menghibur para pengguna jalan yang melintas di perempatan rambu Jalan Mayjend Sungkono, Bangkalan (12/01/20).

Alunan musing angklung yang mendayu membuat para pengendara kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat tidak segan memberikan kepingan uang logam atau pecahan uang kertas RP 2000,. Sebagai imbalan mereka bermain musik tersebut.


Ketua komunitas angklung Sinar Jaya, Hanafi menuturkan, awal mula pembentukan musik angklung didasari oleh hobi. “Kami semua sama-sama pecinta musik tradisional, ini kan aslinya berasal dari sunda, dulunya kami belajar bermain musik angklung ini sewaktu kuliah di Jogja,” tuturnya.

Baca Juga:  Bupati Bangkalan Wacanakan, Karapan Sapi Menjadi Paket Wisata

Pria 29 tahun itu menceritakan, pembentukan komunitas itu sendiri pertama diawali dari tidak memiliki pekerjaan, oleh karena itu ia bersama rekan-rekannya berinisiatif untuk membentuk komunitas angklung tetsebut demi mengisi aktivitas sehari-hari agar lebih bermanfaat.

“Harapannya kami juga mendapat dukungan dari pemerintah, khususnya dari Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan, karena musik angklung ini kan erat kaitannya dengan kebudayaan, meskipun bukan budaya asli madura,” ujarnya.

Semntara itu salah seorang pengendara, benama Nur Lailatul Fitriah (20) mengaku terhibur dengan adanya musik angklung tersebut. “Kalau tidak ada musik angklung itu lampu merah kayaknya kerasa lama, nunggu lampu hijau sambill lihat aksi mereka itu jadi terasa singkat,” ucap Fitri saat ditemui di trotoar Taman Paseban, sebelah timur depan kantor Bank BRI Bangkalan.

Baca Juga:  Hore!!! UMK Bangkalan Naik, Ini Besarannya

Mahasiswi STKIP PGRI Bangkalan yang masih duduk di Bangku semester 3 itu menambahkan, keberadaan pemain musik jalanan itu menurut nya tidak menggangu aktivitas pengendara. “Malah justru terhibur, kalau bisa malam hari juga bagus,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sodikin Hasby, warga Kelurahan Kemayoran. Menurut pria 24 tahun tersebut musik angklung di perempatan jalan Mayjend Sungkono itu cukup bagus.

“Seandainya ada penyanyi ceweknya, apalagi suaranya bagus dan cantik, mungkin mereka itu bisa dipanggil buat mengisi acara-acara pernikahan,” ungkapnya mencoba memberikan penilaian. (Zai/id)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here