Home Pendidikan Antisipasi Berita Hoax, MKKS SMP Negeri Bangkalan Gelar Sharing Tentang Media Sosial

Antisipasi Berita Hoax, MKKS SMP Negeri Bangkalan Gelar Sharing Tentang Media Sosial

SHARE
Foto, Herwanto: Suasana Sharing Tentang Media Sosial Di Ruang Multimedia SMPN 2 Bangkalan

pojoksuramadu.com, Bangkalan – Hindari penyebaran berita hoax didalam lingkungan sekolah, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Pertama Negeri di  Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur  menggelar acara “Sharing Tentang Perkembangan Media” di aula Multemedia SMPN 2 daerah setempat, kamis (26/07/2018).

Acara yang dihadiri oleh perwakilan sekolah SMP negeri di seluruh bangkalan itu membahas tentang berbagai dampak hoax yang bisa terjadi di masyarakat dan cara-cara menangkal berita hoax dilingkungan sekolah yang melibatkan siswa.

“Guru bisa mengawasi akses internet siswa saat disekolah, bisa dengan melakukan pemeriksaan rutin handphone yang dibawa siswa“ terang, Bagian IT Media Online  pojoksuramadu.com, Yudha saat memberikan materi.

Baca Juga:  Rektor UTM: Semua Kegiatan Mengacu Pada Pembangunan Madura

Menurutnya, perkermbangan teknologi saat ini tidak bisa dibendung masyarakat. Setiap waktu ada penemuan baru dalam teknologi, hal itu menjadi sebuah keniscayaan untuk terhindar dari perkembangan teknologi.

“Yaaa jalan satu satunya adalah kita harus siap, terutama para pendidik tentang perkembangan itu, sehingga bisa dengan bijak menggunakan media sosial, juga dijelaskan kepada para orang tua, agar anak anak juga dikontrol,” katanya.

Sementara itu, Ketua MKKS SMP negeri, Edy Hariyadi mengungkapkan, kegiatan tersebut digelar untuk antisipasi dan bekal bagi kemajuan teknologi saat ini. Menurut Edy, hampir semua pelajar SMP saat ini memiliki android. Sehingga perlu adanya kontrol dari pendidik dan orang tua

Baca Juga:  UTM Sosialisasikan Seleksi Masuk PTN Saat Dapat Kunjungan Siswa

“Kita bukan melarang lah istilahnya, tapi lebih kepada kontrol, mengawasi akses internet siswa disekolah, bisa dengan melakukan pemeriksaan rutin handphone yang dibawa siswa“ kata Edy.

Dikatakan, perkembangan teknologi tersebut diharapkan tidak membuat siswa menjadi lupa diri. Sebab, penggunaan medsos yang tidak terkontrol, juga akan berujung masalah.

“Ini lebih kepada antisipasi saja, cerdas menggunakan media sosial,  karena jika sampai menyebarkan berita hoax juga bisa dikenakan mendapatkan sanksi KUHP, jadi kita infokan kepada yang membagikan agar dia mengerti“ ungkapnya. (dol/one)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here