Home Pemerintahan Bahas Pariwisata, Paripurna DPRD Bangkalan Sepi

Bahas Pariwisata, Paripurna DPRD Bangkalan Sepi

SHARE
Suasana Rapat Paripurna di ruang paripurna gedung DPRD kabupaten Bangkalan (Foto:Pojoksuramadu.com)

Pojoksuramadu.com, Bangkalan– Rapat Paripurna yang digelar DPRD berlangsung sepi. Sebab, sebagian besar anggota dewan dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tak menghadiri agenda rapat tersebut, Kamis (20/6/2019).

Padahal, rapat tersebut beragendakan pembacaan nota penjelasan bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengenai rencana induk pembangunan kepariwisataan kabupaten (Ripparkab).

Sayangnya, rapat tersebut hanya dihadiri sekitar 32 anggota eksekutif dan 20 anggota legislatif dari total keseluruhan 112 anggota. Meski demikian, sidang berjalan dengan lancar hingga usai.

Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron menyayangkan sikap para anggota eksekutif dan legislatif yang tak menghadiri sidang tersebut. Pihaknya akan mengevaluasi kembali ketidakhadiran anggota dewan tersebut.

Baca Juga:  Pimpinan Ditentukan, Dewan Langsung Bentuk Pansus Seleksi KI

“Akan kita evaluasi, saya selalu himbau untuk wajib datang rapat dan tidak boleh ada yang tidak hadir,” ucapnya saat ditemui usai rapat paripurna.

Sedangkan mengenai rapat tersebut, ia berharap kepariwisataan di Bangkalan dapat segera dikaji dan diselesaikan tepat waktu. Sebab, dengan terkelolanya destinasi wisata di Bangkalan,secara otomatis pendapatan asli daerah (PAD) juga akan meningkat.

“Mudah-mudahan dapat segera selesai tepat waktu, agar PAD kita cepat meningkat. Sebab, sejauh ini PAD dari kepariwisataan masih minim,” jelasnya.

Baca Juga:  Dianggap Pelayanan Buruk, Puluhan Orang Geruduk RSUD Bangkalan

Senada dengan Bupati, ketua DPRD Bangkalan Iman Rosyadi berharap pembangunan kepariwisataan ini selesai dalam periodenya. “Raperda ini sebagai bahan pokok untuk pengembangan wisata, semoga PAD meningkat dan selesai dalam periode ini,” ujarnya.

Adanya Raperda ini juga disambut baik oleh kepala dinas kebudayaan dan pariwisata, Moh Hasan Faisol. Raperda ini nantinya sebagai pedoman Disbudpar dalam menjalankan program yang ada.

“Perda akan diterbitkan dan menjadi pedoman kami. Kami juga telah merencanakan untuk pengembangan potensi wisata baik milik Pemkab ataupun swasta, kami akan duduk bersama,” Jelasnya. (Ist/ah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here