Home SURAMADU Demo Aktifis di Hari Anti Korupsi, Soroti ASN Banyak Tersandung Korupsi

Demo Aktifis di Hari Anti Korupsi, Soroti ASN Banyak Tersandung Korupsi

SHARE
Sejumlah Aktifis di Bangkalan Melakukan Aksi Demonstrasi dalam Peringatan Hari Anti Korupsi Dunia (Foto:Pojoksuramadu.com)

POJOKSURAMADU.COM,  Bangkalan – Hari Anti Korupsi yang diperingati setiap tanggal 9 Desember menjadi peringatan pada setiap instansi agar melaksanakan fungsinya dengan baik tanpa merugikan uang negara. Seluruh instansi pemerintahan juga terus berupaya mewujudkan wilayah instansinya bebas dari korupsi.

Di Bangkalan, hari anti korupsi diperingati dengan adanya demo dari sejumlah aktivis untuk menekan pemerintah agar lebih transparan dan membentuk tata pemerintahan yang bersih. Demo dilakukan secara estafet mulai dari kantor pemkab hingga kantor kepolisian.

Mahmudi Ibnu Khotib salah satu aktivis menutut pemerintah untuk semakin memperbaiki kinerja agar tercipta sistem pemerintahan yang bersih. Selain itu, aksi demo sebagai sebuah alarm agar pemerintahan mewujudkan visi menjadi Bangkalan sejahtera.

Baca Juga:  Minta Ijin Dibuka, Pelaku Seni Demo Pemkab Bangkalan

“Kita menuntut agar pemerintah kedepan lebih memperbaiki kinerja dan mengelola seluruh anggaran dengan baik untuk menciptakan Bangkalan Sejahtera,” ucapnya.

Sementara itu, Joko Supriyono yang menemui pendemo mengaku hanya dapat menampung aspirasi para pendemo. Sebab, saat aksi demo dilakukan,Bupati tidak ada ditempat.

“Kami akan sampaikan nanti pada bupati, karena beliau saat ini di Jakarta. Tentunya persoalan korupsi memang harus kita perangi,” ucapnya.

Baca Juga:  Dosen FKM UNAIR Ajak Warga Bangkalan Ubah Kelor Jadi Cokelat

Sementara itu, Nur Hasan Ketua Komisi D DPRD Bangkalan mengaku mendukung penuh tuntutan tersebut. Ia bahkan mendukung untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kita dukung untuk terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih,” singkatnya

Diketahui, selama tahun 2019 ada 13 ASN yang dipecat karena tersandung masalah korupsi. Selain itu, Kejari juga berhasil mengamankan uang negara sebanyak Rp 638 Juta dari tindak pidana korupsi. (is/ah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here