Home Hukum dan Kriminal Kakek Ini Cabuli Anak Dibawah Umur, Korbannya Rata Rata Umur 14-17 Tahun

Kakek Ini Cabuli Anak Dibawah Umur, Korbannya Rata Rata Umur 14-17 Tahun

SHARE
Rilis Pencabulan Anak Dibawah Umur di Mapolda Jatim (Foto:Pojoksuramadu.com)

Pojoksuramadu.com, Surabaya – Unit lll Asusila Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim amankan Muanam (50) Warga Desa Boyolangu, Boyolangu, Tulungagung. Pelaku kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur. Jumat (29/11/2019).

Berawal, pelaku menghubungi para korban melalui Whatsapp mengajak untuk ngopi gratis di warung miliknya. Selanjutnya, pelaku mengajak korban untuk masuk kedalam suatu ruangan yang kemudian Korban diiming-imingi akan diberikan uang namun dengan syarat untuk tidur terlebih dahulu.

“Pada tahun 2018 ada 6 korban yang kita ketahui pada akhir bulan November ini, anggota kita dari Subdit IV Renakta Unit Asusila melakukan penanganan dan akhirnya bisa menangkap Muanam berusia 50 tahun warga di Tulungagung,” ujar Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol R Pitra Andrias Ratulangie.

Dengan kebiasaannya, pelaku memiliki kebiasaan mempunyai hasrat terhadap anak laki-laki dibawah umur, dan pelaku merayu korban dengan diberikan iming-iming imbalan sejumlah uang.

Baca Juga:  Coba Kelabui Polisi, Pemuda di Bangkalan Selipkan Sabu di Bungkus Rokok

“Anak-anak ini rata-rata umur 14 hingga 17 tahun, anak-anak muda ini di ajak minum kopi bersebelahan dengan rumahnya, kemudian dia (pelaku) ini minta nomor whatsApp di situlah terjadi komunikasi, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum,” jelas Kombespol R Pitra Andrias Ratulangie.

Dikatakan Dirreskrimum, pihaknya akan terus melakukan pengembangan di mana saja atau siapa saja korban kita akan kembangkan terus.

“Ini menjadi bukti bahwa dengan masalah kekerasan anak dibawah umur dari tahun ke tahun kita lihat datanya cukup ratusan kejadian, tetapi yang paling penting disini bagaimana kita sebagai penegak hukum bisa menindaknya yang namanya kejahatan itu,” tegasnya.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi menambahkan, saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap Polda Jawa Timur yang telah berkenan menindak tegas atau menggulung kasus-kasus macam ini.

Baca Juga:  Penjual Satwa Dilindungi Diringkus Polda Jatim

“Terus ditingkatkan kami juga memberikan dorongan semangat memotivasi juga para petugas dalam kasus ini, memang sebaiknya dalam hal ini adalah penindakan, mohon dikenakan sanksi seberat-beratnya,” imbuh Seto Ketua Umum LPAI.

Dikatakan Seto sapaan akrap Kak Seto, bahwa suatu tindak kejahatan bukan hanya niat jahat pelakunya tapi juga karena adanya kesempatan, kadang-kadang lingkungan tidak peduli kadang-kadang kalau ada mau menolong dan Ini masalah domestik nanti malah saya disalahkan.

“Padahal dalam undang-undang, ditegaskan menyatakan siapa pun yang mengetahui ada tindak kekerasan terhadap anak, diam saja tidak berusaha menolong atau minimal melapor, maka sanksi pidananya maksimal 5 tahun penjara. Ini sering kurang dimengerti oleh warga,” ungkap Kak Seto. (hol/ah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here