Home Opini Kebutuhan Dasar Rakyat: Rasa Aman

Kebutuhan Dasar Rakyat: Rasa Aman

SHARE

Oleh: Rut Sri Wahyuningsih Institut Literasi dan Peradaban

Pembunuhan menjadi kasus yang menonjol tindak kriminalitas di Sidoarjo selama tahun 2020. Menyusul kasus Narkotika, curas serta pembakaran mobil Via Vallen. Namun begitu, kasus kriminalitas mengalami penurunan. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes pol Sumardji saat melakukan rilis akhir tahun di halaman Mapolresta Sidoarjo, Selasa 29 Desember 2020.

Kasus pembunuhan sendiri ada tujuh kasus yang dilaporkan, dan saat ini sudah berhasil diungkap seluruhnya. Bahkan ada kasus di 2019 yang juga berhasil diungkap. Totalnya ada delapan kasus yang berhasil diungkap di 2020 atau 133 persen (Sidoarjo Terkini.com, 29/12/2020).

Keamanan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat selain kebutuhan dasar yang enam seperti sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan. Maka pemerintah harus siap dengan penyelenggaraannya, baik dengan tindakan pencegahan berupa edukasi dan hukum yang tegas. Maupun penanganan langsung jika telah terjadi pelanggaran.

Baca Juga:  Kesadaran Kaum Muda Di Era Milenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Sebab ketika rasa aman tak diperoleh warga secara nyata akan mengganggu produktivitas mereka dalam segala aspek kehidupan. Dan keamanan ini harus pula diterima secara adil, tidak menyangkut warga , profesi ,kelompok maupun agama tertentu.

Keamanan yang dimaksud juga berarti bicara keadilan, hukum diberikan kepada yang memang berhak menerimanya sesuai dengan tindak kriminal yang dilakukannya. Dan ini butuh pada pembacaan pemimpin yang memiliki cara pandang yang khas. Dan produk hukum yang bebas sentimen pribadi atau golongan.

Mereka memimpin tidak sekedar mengemban kekuasaan tapi juga menjadikan kekuasaan sebagai jalan untuk mengurusi rakyat tanpa embel-embel balas budi atau demi kepentingan segolongan masyarakat.

Sebab tak bisa dipungkiri, berulangnya kriminal dan tindak kejahatan ada banyak hal yang menjadi penyebabnya, diantaranya kesenjangan kesejahteraan, ketidak adilan hukum, lemahnya pengawasan dan masih banyak yang lain. Sudah selayaknya ini menjadi resolusi tahun baru 2021 ini.

Baca Juga:  Obat Corona Bermunculan, Penanganan Covid Kian Dipertanyakan?

Selain itu yang paling mendasar dari munculnya kejahatan adalah dipisahkannya agama dari kehidupan. Sidoarjo sebagai basis Muslim dan mayoritas penduduknya beragama Islam namun tidak menjadikan agama sebagai pengatur dalam kehidupan bermasyarakat.

Agama hanya ditampilkan pada masa pemilihan pemimpin saja. Suara ulama dikejar dan dijadikan jaminan kapabilitas pasangan calon pemimpin. Padahal, Islam tak cukup itu. Islam adalah seperangkat aturan kehidupan ciptaan Allah SWT yang pasti sesuai fitrah dan mendatangkan berkah bagi manusia secara keseluruhan. Wallahu a’ lam bish showab.

Semua isi dalam artikel ini semuanya tanggung jawab penulis*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here