Home Daerah Kisruh Pemilu 2019, HMI Bangkalan Gelar Aksi Damai dan Himbau Masyarakat Tak...

Kisruh Pemilu 2019, HMI Bangkalan Gelar Aksi Damai dan Himbau Masyarakat Tak Terprovokasi

SHARE
Puluhan Mahasiswa dari HMI Gelar Aksi Damai di Lampu Merah depan STKIP PGRI Bangkalan (Foto:Pojoksuramadu.com)

Pojoksuramadu.com, Bangkalan – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)   Komisariat Ilmu Pendidikan Cabang Bangkalan,  Madura Jawa Timur gelar Seruan Aksi Damai pasca kisruh pemilu 2019.

Aksi Damai yang digelar di lampu merah STKIP PGRI merespon kerusuhan pasca penetapan pemilu beberapa waktu lalu di Jakarta dan sejumlah daerah.

Kegiatan yang bertajuk ” Seruan Aksi Damai Pasca Pemilu Raya dan Kisruh di Ibu Kota”.  Seruan aksi dilakukan dengan berbagi takjil, memberi balon tanda perdamaian dan seruan aksi damai.

Kordinator lapangan aksi damai,  Tawakal menyampaikan tujuan dilaksanakan seruan ini, salah satunya adalah untuk menghimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan semua tindakan yang akan memecah kebhinekaan di negeri ini.

Baca Juga:  BPWS Dibubarkan, Said Abdullah Usulan Kawasan Ekonomi Khusus di Madura

“Kami menghimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi serta tetap menjaga kebhinekaan, “terang dia,  Sabtu (25/05/2019).

Dia juga meminta seluruh kader HMI menjadi cooling system di tengah kondisi ini dan salah satu yang ditekankan pada acara ini adalah menolak keras seluruh tindakan provokatif yang di lakukan oleh tokoh politik.

“Kami menolak keras seluruh tindakan provokatif yang dilakukan oleh tokoh politik, tokoh masyarakat ,bahkan tokoh agama sekalipun jika itu memicu pecahnya kebhinekaan, “katanya.

Baca Juga:  Peta Sebaran Covid-19 Terus Meningkat, Tim Satgas Sampang Gencar Lakukan Sosialisasi kepada Warga

Sedana denganya,  Ketua Umum HMI Komisariat Ilmu Pendidikan UTM,  Jauharul juga menyampaikan bahwa HMI Komisariat Ilmu Pendidikan menyerukan kepada masyarakat tidak terprovakasi pada siapapun.

“Kita juga kurang tau dengan kebenaran video yang beredar, namun hal tersebut kurang patut dilakukan oleh aparatur negara karena kita sebagai masyarakat memiliki hak politik. Yang saya sayangkan ketika demonstrasi yang awalnya untuk menyampaikan aspirasi berubah menjadi kericuhan,” ujarnya.

Usai mengutarakan seruan aksi damai,  sejumlah peserta aksi membubarkan diri dengan tertib dan acara diakhiri dengan buka bersama. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here