kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

KKN UTM Dampingi Anak-anak Desa Batah Barat Lewat Creative Class dan TPQ

Pojoksuramadu.com, Bangkalan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 01 Universitas Trunodjoyo Madura telah melaksanakan program bimbingan belajar (bimbel) bertajuk Creative Class dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Desa Batah Barat, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan. Program yang berlangsung selama tiga pekan hingga 15 Juli 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak melalui pembelajaran akademik, kreativitas, dan nilai-nilai keagamaan.

Kegiatan bimbel rutin dilaksanakan setiap hari Senin hingga Jumat pukul 16.00–18.00 WIB dengan jumlah peserta yang bervariasi, rata-rata lebih dari 15 anak setiap harinya dari berbagai jenjang pendidikan. Materi yang diberikan meliputi Matematika, IPA, Bahasa Inggris, menulis, menggambar, serta pembelajaran TPQ yang disusun secara bergilir agar peserta memperoleh pengalaman belajar yang beragam dan menyenangkan.

Selain melaksanakan bimbingan belajar sore, mahasiswa KKN Kelompok 01 juga memperluas jangkauan program melalui kegiatan Bimbel Around di tiga dusun yang berada di Desa Batah Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 6–7 Juli 2026 di Dusun Taman, 7–8 Juli 2026 di Dusun Nang Penang, serta 8–9 Juli 2026 di Dusun Nong Gunung. Bimbel dilaksanakan pada pukul 08.00–11.30 WIB dan diikuti oleh anak-anak mulai dari jenjang TK hingga SD kelas VI dengan materi membaca, Matematika, dan menggambar.

Program tersebut tetap berjalan berdampingan dengan kegiatan bimbel sore dan TPQ yang rutin dilaksanakan di posko KKN. Melalui pelaksanaan di beberapa titik, mahasiswa berharap semakin banyak anak yang dapat memperoleh kesempatan belajar tanpa terkendala jarak menuju lokasi kegiatan utama.

Ketua KKN Kelompok 01, Nurkholis Anwar, menjelaskan bahwa program Creative Class dan TPQ dirancang sebagai ruang belajar alternatif yang dapat dimanfaatkan anak-anak setelah pulang sekolah sekaligus memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak di setiap dusun.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga semangat mereka untuk terus belajar tetap terjaga meskipun program KKN telah berakhir,” ujar Anwar.

Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme peserta terus meningkat. Kehadiran anak-anak yang konsisten mengikuti setiap sesi menunjukkan bahwa program bimbingan belajar menjadi aktivitas positif yang dinantikan setiap hari. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa KKN dan peserta juga menciptakan suasana belajar yang akrab sehingga proses penyampaian materi berlangsung lebih efektif.

Apresiasi turut disampaikan oleh salah satu wali murid peserta bimbel. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat yang nyata, baik bagi anak-anak maupun orang tua.

“Sayang sekali program ini hanya berlangsung selama tiga minggu. Anak-anak sangat senang mengikuti bimbel karena selain menambah ilmu, mereka juga memiliki kegiatan yang positif pada sore hari saat kami para orang tua masih sibuk bekerja. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya.

Tidak hanya melalui tingginya antusiasme peserta selama mengikuti pembelajaran, kesan mendalam juga ditunjukkan saat kegiatan berakhir. Salah satu anak bahkan menuliskan surat ucapan terima kasih kepada mahasiswa KKN yang berisi ungkapan rasa sayang, permintaan maaf, serta harapan agar para kakak KKN tidak melupakan mereka. Ungkapan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan bimbingan belajar tidak hanya memberikan manfaat dari sisi akademik, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan anak-anak Desa Batah Barat.

Program Creative Class dan TPQ yang diselenggarakan KKN Kelompok 01 Universitas Trunodjoyo Madura menjadi salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat, mahasiswa berharap semangat belajar yang telah tumbuh selama pelaksanaan program dapat terus berlanjut sehingga menjadi bekal bagi anak-anak Desa Batah Barat dalam mengembangkan potensi akademik, kreativitas, serta karakter keagamaan di masa mendatang.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img