Home Olahraga KONI Jatim Tak Akui Kepengurusan PBFI

KONI Jatim Tak Akui Kepengurusan PBFI

SHARE
Logo KONI Jatim

POJOKSURAMADU.COM, Surabaya – Mantan atlit binaraga Nasional Kurniawansyah jabat ketua pengprov Persatuan Binaraga Dan Fitnes Indonesia (PBFI) Jawa Timur (Jatim), secara resmi ditolak kepengurusannya oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim.

Penolakan tersebut disebabkan pembentukan kepengurusan PBFI Jatim sarat akan masalah dan banyak terjadi kejanggalan dalam penetapannya. Mulai dari tidak adanya surat ataupun berkas administrasi kepada KONI Jatim juga ketua yang menjabat merupakan mantan atlet yang bermasalah penggunaan doping yang membuatnya dikenakan sanksi selama 4 tahun.

Ketua harian KONI Jatim, M. Nabil menyebutkan bahwa pembentukan dan penetapan kepengurusan pengprov PBFI periode 2020-2024 yang menyatakan Kurniawansyah terdapat banyak kejanggalan dan terkesan adanya settingan.

“Penetapan tersebut, kami menilai banyak terjadi kejanggalan dan terkesan adanya settingan dalam pembentukan pengprov PBFI Jatim yang perama ini,” katanya.

Baca Juga:  Wali Kota Eri Targetkan 54 Medali Emas di PON Papua

Dirinya mengaku sempat melakukan komunikasi dengan Bambang Widjaja pendiri dan Bendahara umum PBFI pusat. Dalam komunikasi tersebut Bambang mengatakan untuk percaya sebab sudah menyiapkan Kurniawansyah sebagai ketua PBFI jatim.

Nabil menolak, sebab cara yang dilakukan tidaklah benar. Ternyata setelah dilakukan kroscek ke KONI Jatim tidak ada surat masuk dalam pembentukan pengprov PBFI Jatim sebagaimana yang sudah ditetapkan.

“Saya izin ke pak Erlangga (Ketua KONI Jatim) lalu mengecek berkas administrasinya. Ternyata KONI Jawa Timur tidak menerima surat mandat pembentukan kepengurusan,” papar Nabil.

Tak hanya itu, penunjukan Kurniawansyah sebagai ketua pengprov PBFI Jatim dinilai menyalahi aturan. Sebab, yang bersangkutan kini masih dalam sanksi 4 tahun akibat kasus doping di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat pada 2016 silam.

Baca Juga:  KONI Tak Akui Kepengurusan Pengprov PBFI Jawa Timur

Sanksi tersebut dibebankan kepadanya setelah usaha banding pada tahun 2017 ditolak oleh dewan disiplin anti doping Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Menpora juga sudah memberikan peringatan akan menghapus cabor binaraga jika sekali lagi ada pelanggaran doping.

“Bambang Widjaja mengancam Jatim tidak akan mendapat medali emas di PON Papua 2021 dari cabor binaraga jika tidak menuruti permintaannya. Dan KONI Jatim sudah mendiskusikan dengan Bagian Hukum terkait tindakan apa yang akan dilakukan untuk menyikapi ancaman tersebut,” tandas Nabil. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here