Home Daerah Lebih dari 500 IKM di Bangkalan Belum Mendapatkan Pembinaan

Lebih dari 500 IKM di Bangkalan Belum Mendapatkan Pembinaan

SHARE
Kepala bidang industri agro Disperinaker Bangkalan Siswanto saat menunjukkan beberapa produk olahan dari industri kecil menengah (IKM) Bangkalan (Foto:Pojoksuramadu.com)

POJOKSURAMADU.COM, Bangkalan – Pertumbuhan industri kecil menengah (IKM) di Kabupaten Bangkalan, Madura,Jawa Timur setiap tahunnya mengalami peningkatan. Saat ini IKM Agro atau yang bergerak dibidang produksi makanan dan minuman (mamin) berjumlah sekitar 627 unit.

Namun dari jumlah tersebut yang difasilitasi atau mendapatkan pembinaan serta memiliki legalitas dan tercatat di Dinas perindustrian dan ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan hanya 127 unit IKM.

Bahkan, saat ini lebih dari 500 IKM yang belum mendapatkan pembinaan tersebut merupakan industri rumahan. Rata IKM yang belum mendapatkan pembinaan memiliki modal dibawah 50 juta.

“Rata-rata diproduksi oleh kaum ibu-ibu yang berniat membantu perekonomian keluarganya, prediksi kami segitu, jadi jumlahnya belum diketahui pasti dan sama sekali belum tersentuh oleh kami,” Kepala bidang industri agro Disperinaker Bangkalan Siswanto, Jumat (14/2/2020).

Baca Juga:  BPN Bangkalan Gelar Penyuluhan PTSL 2020, Ini Syarat dan Tahapannya

Siswanto menyebutkan, dari 127 IKM formal, yang memiliki merk dan uji nutrisi hanya berjumlah 52 IKM saja. ”kalau yang punya label halal itu hanya 10 IKM,” sambungnya

Menurut Siswanto, banyaknya produk yang belum memiliki labelisasi halal menyebabkan sulit bersaing dan kurang menarik minat konsumen. ”hanya bisa dijual dilingkungan kota sendiri, tidak bisa di ekspor keluar daerah, beda sama yang berlabel,” urai dia saat ditemui di kantornya.

Baca Juga:  Pelayanan Buruk, Layanan Antar/Kirim Barang J&T Dikeluhkan Warga

Siswanto menuturkan, tahun ini Disperinaker Bangkalan menargetkan ada 5 IKM yang akan mendapat labelisasi halal. ”Yang menentukan itu provinsi, mudah mudahan disetujui, biar perekonomian masyarakat kita tumbuh” tuturnya.

Ia menambahkan, setiap tahun pihaknya di target membina 30 IKM untuk diberikan pelatihan sesuai standart nasional Indonesia (SNI), selain itu ia berharap IKM yang telah mempunyai merek segera eksis dipasaran.

”Bertahap, minimal tahun ini yang berjumlah 127 itu legalitas nya terpenuhi semua, sisanya yang 75 belum memiliki uji nutrisi segera diurus, label jalanya bisa menyusul sesuai jatah yang diberikan dari provinsi,” pungkas Siswanto. (zai/ah)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here