Home Nasional Pahlawan Demokrasi; Santunan KPU RI untuk KPPS yang Meninggal dan Sakit

Pahlawan Demokrasi; Santunan KPU RI untuk KPPS yang Meninggal dan Sakit

SHARE
Ilustrasi pelayanan kesehatan pemilu: Antara foto

pojoksuramadu.com, Nasional– Pada Rabu (17/4/19) lalu, pesta demokrasi digelar serentak diseluruh tempat di Indonesia. Total sekitar 180 juta pemilih tersebar di 800 ribu TPS.

Berbagai kendala di lapangan menjadi bagian proses pelaksanaan Pemilu. Kecurangan yang berujung Pemilihan Suara Ulang (PSU) bukan lagi kabar burung. Bahkan, atas alasan mengamankan suara, tagar #InaElectionObserverSOS sempat menjadi trending dunia beberapa waktu lalu.

Dibalik hiruk-pikuk tersebut, belakangan ramai diperbincangkan tentang ‘Gugurnya Pahlawan Demokrasi’, dalam hal ini Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Tercatat, pertanggal 26 April 2019 ini ada 225 petugas KPPS meninggal dan 1.470 orang jatuh sakit.

Penyebab meninggalnya ada berbagai macam, seperti sakit yang parah, hingga akibat kelelahan saat berkendara mengalami kecelakaan.

Baca Juga:  Dulang Suara Tertinggi, Ustad di PP Al-Ihsan Jrengoan Ini Melenggang Ke Kursi Dewan Sampang

Menambahkan, kelelahan (Burnout) atau yang sering di sebut Cronic Fatique Syndrom, menurut Dr Judy Mikorits, ketua peneliti The Whittemose Peterson Institute di Naveda, Amerika Serikat, dapat menyebabkan penurunan sistem imun dan memicu penyakit kronis.

Penelitian yang dilakukan oleh sejarawan medis, Anna Katharina Schaffren dari University of Kent, Inggris, dia mengatakan dalam bukunya ‘Exhaustion: A History’ bahwa ketika seseorang mengalami kelelahan, citra dirinya tidak berubah. Hal tersebut yang berkemungkinan menjadi penyebab orang kelelahan tapi menganggap seolah-olah dirinya sedang baik-baik saja. Bisa juga dikatakan, orang kelelahan masih memiliki potensi memaksakan diri.

Tentu, pemaksaan diri tersebut memiliki berbagai macam indikator penyebab. Katharina mencontohkan pekerja yang bekerja di perusahaan bisa memaksakan tubuh yang sedang kelelahan karena tugas atau tanggungan. Dalam hal ini, Petugas KPPS juga mungkin melakukan hal yang sama: menyelesaikan tugas sesuai target waktu.

Baca Juga:  Ponsel Black Market Mati Selamanya, Ini Klarifikasi Dirjen SDPPI

Jika melihat mekanisme Pemilu dari banyaknya korban yang jatuh, honor ketua KPPS sebesar 550 ribu (SK Menkeu no. S-188/MK/2018) tak sebanding dengan konsekuensinya.

Mengutip Kompas, pihak KPU melalui pernyataan Komisioner KPU RI Evi Novida Giring, Jumat (26/04/19), untuk korban meninggal diberikan santunan sedikitnya Rp 36 juta dan untuk korban sakit mendapat santunan Rp 8 juta hingga 30 juta, tergantung jenis sakitnya. (Rud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here