Home Hukum dan Kriminal Polres Bangkalan Lengkapi Berkas Kasus Oknum Kepsek Cabul

Polres Bangkalan Lengkapi Berkas Kasus Oknum Kepsek Cabul

SHARE
Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Agus Soebarnapraja saat ditemui di kantornya, (Foto:Pojoksuramadu.com)

Pojoksuramadu.COM, Bangkalan -Tim penyidik Satreskrim Polres Bangkalan tengah melengkapi berkas kasus pencabulan yang dilakukan oknum kepala sekolah di Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan mengembalikan beras kasus tersebut (P19) lantaran dinilai kurang lengkap.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Agus Soebarnapraja mengaku sedang melakukan penyelidikan ulang untuk melengkapi berkas sesuai petunjuk jaksa.

“Kita kirimkan sekitar Agustus. jaksa mengeluarkan P19, artinya ada beberapa hal yang harus dilengkapi,” terangnya, Jumat (25/9/2020).

Agus menambahkan, tim penyidik tidak menutup kemungkinan akan menghadirkan sejumlah saksi untuk melengkapi berkas sesuai yang diinginkan jaksa.

Baca Juga:  Rekonstruksi Kasus Pelecehan Oknum Kepsek di Klampis Gagal Dilakukan

“Nanti jaksa yang menilai, tapi kalau sudah ditetapkan jadi tersangka, penyidik yakin peristiwa itu ada dan benar-benar terjadi, ya secepatnya kita laksanakan mungkin minggu ini,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, tersangka yang berinisial MS ditetapkan menjadi tersangka setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan penyidikan. MS mencoba melakukan upaya pemerkosaan terhadap korban berinisial NS di ruang kepala sekolah.

Kasus dugaan pelecehan seksual itu bermula saat tersangka menghubungi korban untuk datang ke ruang kepala sekolah pada malam hari. Tanpa rasa curiga, korban memenuhi panggilan tersangka.

Baca Juga:  Dua Budak Sabu di Madura Ini Diringkus Polisi

Sesampainya di lokasi NS duduk di sofa, kemudian tersangka mendekat namun korban menjauh hingga satu meter. Tersangka tetap mengejar korban, bahkan menarik lengan kanan korban hingga menyebabkan baju korban robek.

Kemudian, tersangka mendorong korban hingga jatuh terlentang. Saat itulah tersangka melakukan perbuatan tidak terpuji terhadap korban. Tersangka menghentikan aksi bejatnya, setelah korban mengancam akan berteriak. (*)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here