Home Kuliner Tajin Sobih, Jajanan Khas Bangkalan Yang Punya Cita Rasa Menggoda

Tajin Sobih, Jajanan Khas Bangkalan Yang Punya Cita Rasa Menggoda

SHARE
Tajin Sobaih, Bangkalan (Foto:Istimewa)

Pojoksuramadu.com, Bangkalan – Dari salah satu desa di Bangkalan, lahirlah kuliner yang kemudian dikenal dengan nama tajin sobih.

Perpaduan lima olahan menghasilkan tampilan menggoda serta cita rasa yang menggugah selera. Seperti Kuliner sejenisnya, dengan dominasi rasa manis di buburnya.

Untuk urusan yang enak di lidah dan kenyang di perut, menu kuliner di Bangkalan tidak kalah untuk di adu denga Kuliner daerah lain.

Jenis kuliner yang tergolong ringan atau sejenis bubur, tidak mau kalah untuk memanjakan lidah. Dalam Bahasa Indinesia, kata “tajin” berarti bubur, sedangkan “sobuh” adalah nama salah satu desa di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Baca Juga:  Wakil Bupati Pamekasan Buka Festival Durian 2020 di Wisata Alam Puncak Ratu

Sekilas tak jauh beda dengan bubur lainnya yang didominasi rasa manis. Hanga macam olahan yang biasanya membedakan. Tajin sobih terdiri dari lima macam olahan, yakni bubur putih, bubur coklat, bubur mutiara, kuah santan serta gula merah kental sebagai pemanis rasa.

Untuk membuat tajin sobih tergolong tidak mudah. Tak hanya diperlukan takaran bahan yang pas, melainkan juga ketepatan mengukur tingkat kematangan. Dua hal inilah yang harus diperhatikan jika ingin membuat tajin sobih dengan kualitas dan kematangan yang sempurna.

Dengan harga perporsi tajin sobih sangatlah terjangkau, antara Rp.4.000 hingga Rp.5.000. Dan selain di Desa Sobih, bubur inu dapat dijumpai di seputar Kota Bangkalan.

Baca Juga:  Tim Peneliti UTM Latih Warga Budidaya Teripang dan Pengelohan Jadi Makanan

Beberapa penjual lebih senang menjajakan du seputar kota dibandingkan harus berjalan kaki.

“Rata-rata usia penjual tajin sobih di desa ini adalah 50 tahun. Pastilah suatu saat nanti mereka tak juat untuk berjalan, atau memilih berhenti berjualan,” ungkap Aisah (36), salah satu warga Dusun Mandelan, Desa Sobih.

Hidup memang pilihan, sepanjang masih ada upaya untuk melestarikan tajin sobih oleh anak keturunan, sejauh itu pula jajanan tradisional ini akan tetap dicari dan dinikmati. Sebaliknya, jika tak ada generasi penerus yang peduli lagi, pelan namun pasti manisnya tajin sobih hanya ada dalam mimpi. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here