Home Uncategorized Temui Bupati Bangkalan, PKB Bahas Rencana Pengaktifan KBM di Pesantren

Temui Bupati Bangkalan, PKB Bahas Rencana Pengaktifan KBM di Pesantren

SHARE
Pengurus DPC Bangkalan saat melakukan audiensi dengan bupati Bangkalan, R Abd Latief Amin Imron di Pendopo Agung setempat (Foto:Pojoksuramadu.com)

POJOKSURAMADU.COM, Bangkalan – DPC PKB Bangkalan menggelar audiensi dengan Bupati setempat di Pendapa Agung, Kamis (4/6/2020) malam. Rencana pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) di pesantren menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.

“Audiensi ini untuk memberikan saran kepada pemerintah perihal rencana pengaktifan kembali kegiatan di pondok pesantren,” kata Ketua DPC PKB Bangkalan, Ir. Mondir Rofii.


Menurutnya, mengizinkan santri untuk kembali belajar di pesantren di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 harus benar-benar diperhitungkan. Hal ini guna mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi.

Baca Juga:  HKN 2019, Dinkes Bangkalan Gelar Pengobatan Gratis dan Sunat Massal

“Kalau nanti ada persoalan yang tidak bagus pemerintah juga kenak imbasnya. Tentu, butuh persiapan yang matang,” papar Mondir.

Perhatian Pemkab Bangkalan terhadap pondok pesantren mendapat apresiasi dari DPC PKB. Apalagi, pemerintah daerah berencana memberikan bantuan berupa fasilitas tempat cuci tangan dan vitamin kepada santri.

“Selain itu, sumber air di pesantren juga akan dikembangkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan R Abd Latief Amin Imron menyampaikan ucapan terima kasih atas semua saran maupun masukan DPC PKB.

Baca Juga:  Taman Rekreasi Kota Bangkalan Tidak Terawat dan Mulai Ditinggalkan Pengunjung

“Secara umum santri dikembalikan ke pesantren dengan prosedur kesehatan. Misalnya dites kesehatan dan cek suhu tubuh,” terangnya.

Politikus PPP ini mengungkapkan, rencana pengaktifan kembali KBM di pesantren telah dibahas bersama para kiai dan pimpinan lembaga pesantren supaya tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

“Kami juga diminta oleh kiai untuk memberikan pelatihan bagi para ustadz dan ustadzah yang sudah senior dalam penanganan kesehatan di pesantren,” jelasnya. (Wid/her/ah)





LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here