Home Budaya Tradisi Unik Perayaan Maulid Nabi di Madura

Tradisi Unik Perayaan Maulid Nabi di Madura

SHARE
Jajanan dibungkus menggunakan karung saat perayaan Maulid Nabi di Madura, (Foto:Istimewa

POJOKSURAMADU.COM, Sampang – Dalam rangka memuliakan dan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) tanggal 12 Robiul Awal Hijriah, umat islam memperingati dengan berbagai cara unik khas setiap daerah.

Tak terkecuali di Desa Lepelle, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang. Moment maulid tersebut dijadikan ajang silaturrahmi antar warga dengan berkeliling berpindah dari rumah ke rumah.

Tak hanya berkeliling, mereka juga melantunkan sholawat nabi dipandu tokoh agama sekitar di setiap rumah yang mereka singgahi.

Sudah menjadi tradisi setiap rumah menyediakan aneka makanan yang sudah dibungkus (Berkat). Usai pembacaan sholawat secara serentak warga mengambil berkat yang disediakan.

Baca Juga:  Sempat Dihentikan karena Gaduh, Peserta Lomba Karapan Sapi di Sumenep Protes ke Panitia

Menariknya, berkat yang mereka peroleh dari setiap rumah warga seharian penuh keliling, di kumpulkan hingga seluruh rumah selesai disinggahi untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.

Meski tak terkesan mewah, namun warga tampak senang dengan tradisi tahunan tersebut. Sebab selain mendapat oleh-oleh juga sebagai ajang silaturrahmi antar warga.

Dalam menikmati maulid nabi tersebut, tak hanya warga yang kesehariannya menetap didesa. Melainkan warga yang merantau juga pulang demi menikmati moment kebahagiaan tersebut bersama sanak keluarganya.

Baca Juga:  Angkat Budaya dan Potensi Wisata, Bupati Bangkalan Buka Pameran Pembangunan 2018

Salah satu warga Lepelle, Solihin mengatakan bahwa kegiatan maulid nabi di desanya tersebut sudah menjadi tradisi silaturrahmi antar warga.

“Tiap tahun dirayakan seperti ini, pindah dari rumah kerumah. Meski tidak terkesan mewah seperti di daerah lain, kami tetap senang dengan tradisi kami ini,” ungkapnya.

Tujuannya tak lain, imbuh Solihin hanya ingin memuliakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sehingga tak perlu dengan kemewahan, melainkan kebersamaan antar warga.

“Kebersamaan warga yang seperti ini jarang terjadi, hanya setahun sekali. Makanya meski panas tak menyurutkan semangat warga,” pungkasnya. (Fathur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here