Home Pemerintahan Usai Dilantik di Istana, Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Diarak Ribuan...

Usai Dilantik di Istana, Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Diarak Ribuan Warga

SHARE
Gubernur Jawa Timur Khafifah Indar Parawansah dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak

pojoksuramadu.com, Surabaya – Setelah resmi dilantik pada tanggal 13 Februari kemarin di Istana Presiden,  Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah dan wakilnya Emil Dardak mengadakan kegiatan pawai pada tanggal 14 Februari 2019.

Acara dimulai dengan Sholat Dhuhur dan Sujud Syukur di Masjid Al-Akbar Surabaya. Gubernur dan wakil Gubernur diarak oleh para relawan dan ribuan warga menuju tugu pahlawan dan disambut tari remo serta berbagai musik tradisional Jawa Timur. Acara kemudian ditutup dengan kegiatan Khotmil Qur’an dan santunan kepada anak yatim.

Dalam Pidatonya, Khofifah Indar Parawansah Menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat Jawa Timur yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Dia memiliki Nawa Bakti Satya. Program yang ingin baktikan untuk memuliakan masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga:  Tolak Rotasi Jabatan, Ratusan Massa Gelar Aksi Damai

“Kami ingin para petani, para nelayan , para guru, dan teman-teman Gojek mulia hidupnya dan mulia keluarganya. Seluruh masyarakat Jawa Timur kami siap melayani rakyat dengan memeras Nawa Bakti Satya,” terang dia.

Selain itu Mantan Menteri Sosial itu menyampaikan terimakasih kepada Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno Putri  yang pesaingnya dalam Pilkada Jatim Tahun 2017. Keduanya telah berbesar hati menyampaikan selamat secara langsung ke kediaman Khafifah.

“Hari ini kami memyampaikan bahwa akan mengakomodir semua program-program Gus Ipul dan Mbak Puti untuk kepemimpinan kita selama 5 tahun kedepan,” katanya.

Baca Juga:  Tim Covid-19 Hunter Jatim Gelar Rapid Test Massal di Bangkalan

Senada dengannya, Wakil Gubenur Jawa Timur Emil Elistiato Dardak  meminta masyarakat Jawa Timur ikut terlibat dalam pembangunan. “Saudara-Saudara sekalian seluruh masyarakat Jawa Timur, suatu kehormatan bagi kami bahwa jawa timur memasuki babak baru,” tuturnya.

Dia menambahkan,  dirinya akan memeratakan pembangunan di seluruh daerah. Pembangunan tidak selesai di satu titik tetapi pembangunan adalah pergerakan tanpa henti.

“Ibu khofifah adalah Figur yang kita yakini semua mampu menjadi nahkoda membawa provinsi Jawa Timur Makmur seperti yang kita idam-idamkan semua. Namun pergerakan itu tidak cukup 5 tahun, tidak cukup 10 tahun, ini akan menjadi pergerakan 50 tahun bahkan 1 abad,” ungkapnya.  (yan/dol)