kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Kenapa Manusia Bisa Ada di Puncak Rantai Makanan?

Tahukah kamu, manusia adalah satu-satunya makhluk hidup di bumi yang mampu menduduki puncak rantai makanan tanpa gigi tajam, cakar, atau kemampuan berlari super cepat? Bukan karena otot atau ukuran tubuh kita. Kekuatan sejati yang menempatkan manusia sebagai penguasa dunia justru berasal dari sesuatu yang tak terlihat, namun sangat berpengaruh: cerita.

Sebagai makhluk hidup yang berevolusi dengan sangat kompleks, manusia tak hanya mampu berjalan tegak, tapi juga membangun peradaban, menciptakan teknologi, hingga menguasai planet ini. Tapi, kenapa manusia bisa berada di puncak rantai makanan dibandingkan makhluk lain?

Jawabannya adalah karena manusia tidak hanya belajar dari pengalaman sendiri, tapi juga dari pengalaman orang lain—melalui cerita. Inilah keunggulan kita yang tidak dimiliki oleh spesies lain.

Bahasa yang Mendorong Kemajuan

Bayangkan ada seekor binatang yang terluka karena memakan daun berduri. Di masa depan, ia akan menghindari daun itu. Tapi pelajaran ini hanya untuk dirinya sendiri.

Sekarang bandingkan dengan manusia. Ketika seseorang mengalami kejadian serupa, ia tidak hanya menghindari daun berduri itu, tapi juga bercerita kepada orang lain. Dari cerita itu, ratusan atau bahkan ribuan orang dapat belajar tanpa harus mengalami kejadian buruk yang sama.

Itulah alasan utama mengapa manusia berada di puncak rantai makanan. Kita berkembang bukan semata karena fisik, tapi karena kemampuan berbagi narasi.

Berkat cerita, kita percaya pada hal-hal yang secara fisik sebenarnya tidak ada. Misalnya, selembar kertas bernama uang bisa ditukar dengan makanan karena kita percaya pada nilainya. Lampu merah jadi simbol berhenti karena kita sepakat dalam satu cerita aturan lalu lintas. Bahkan cerita mistis seperti “akan diculik setan jika pulang malam” menjadi alat edukasi orang tua terhadap anak-anaknya.

Semua itu terjadi karena manusia punya kemampuan luar biasa dalam menciptakan dan mempercayai cerita bersama.

Cerita yang Menyatukan dan Memecah Belah

Cerita juga menjadi alat yang sangat kuat dalam membentuk masyarakat. Di sekolah, kita belajar sejarah, ilmu alam, hingga agama—semua disampaikan melalui narasi.

Namun, cerita juga bisa menjadi pisau bermata dua. Narasi kebencian, hoaks, dan ideologi ekstrem bisa memicu konflik sosial. Sejarah mencatat bagaimana perbedaan cerita telah menyalakan bara perang: dari konflik di Ambon, Poso, Sampit, hingga tragedi-tragedi lainnya yang berdarah-darah di negeri ini.

Kenapa manusia bisa menguasai dunia? Karena kita bisa menciptakan dan menyebarkan cerita. Tapi kekuatan yang sama juga bisa membawa kita ke jurang perpecahan.

Di era digital saat ini, kita makin mudah membuat dan menyebarkan narasi. Sayangnya, kemudahan itu juga membuka peluang penyebaran cerita-cerita yang menyesatkan. Perpecahan bisa muncul dari narasi kecil yang terus ditiupkan. Perlahan tapi pasti, cerita bisa merusak kedamaian yang selama ini kita jaga.

Data juga menunjukkan bahwa indeks kerukunan umat beragama di Indonesia terus menurun, dan kualitas demokrasi belum kunjung membaik. Ini menunjukkan bahwa narasi yang tersebar di tengah masyarakat perlu lebih dijaga dan diarahkan ke hal-hal positif.

Manusia bisa jadi makhluk terhebat di bumi bukan karena taring atau otot, tapi karena kemampuan menyusun dan menyebarkan cerita yang kuat. Inilah rahasia kenapa manusia berada di puncak rantai makanan: karena kita bisa membangun kesepakatan, pengetahuan, dan nilai bersama melalui cerita.

Namun, cerita juga bisa menjerumuskan jika digunakan dengan cara yang salah. Maka dari itu, bijaklah dalam menciptakan dan menyebarkan narasi. Jadikan cerita sebagai alat pemersatu, bukan pemecah. Karena masa depan kita sangat tergantung pada cerita seperti apa yang kita pilih untuk dipercaya dan diwariskan.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img