AROSBAYA, BANGKALAN – Program labelisasi rumah bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan BPNT di Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, menunjukkan progres positif. Salah satunya di Desa Berbeluk, yang tercatat sebagai desa pertama di Arosbaya yang berhasil menuntaskan 100% labelisasi rumah KPM hanya dalam enam hari sejak program dimulai.
Pelaksanaan labelisasi dimulai sejak Senin, 6 Juni 2022, dan berlangsung hingga Minggu, 12 Juni 2022. Program ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Muspika Kecamatan Arosbaya bersama Dinas Sosial untuk meningkatkan transparansi serta akurasi data penerima bantuan sosial.
Abdul Rohman, pendamping sosial PKH Desa Berbeluk, menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan menyelesaikan labelisasi di wilayah binaannya. “Alhamdulillah, sebanyak 356 KPM sudah selesai dilabeli. Ini hasil kerja keras bersama dan komitmen kami dalam membantu program pemerintah,” ujarnya.
Sinergi Lintas Pihak dalam Menyukseskan Program
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Koordinator PKH Kabupaten Bangkalan Wilayah I, Mashudi, SE, menegaskan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam memperkuat akurasi data sosial.
“Pelabelan ini bukan hanya tugas pendamping sosial, tetapi bagian dari kerja bersama antara SDM PKH, desa, dan perangkat lainnya. Saya mengapresiasi semangat tim Arosbaya, khususnya di Desa Berbeluk, yang telah menjadi pelopor,” jelas Mashudi.
Tak hanya itu, Kepala Desa Berbeluk pun menyampaikan apresiasi atas peran pendamping sosial dalam memetakan dan mendampingi warganya, termasuk melalui kegiatan rutin Pertemuan P2K2 yang bertujuan mendorong kemandirian KPM.
Tujuan Labelisasi: Data Akurat, Penyaluran Bantuan Lebih Tepat
Labelisasi rumah KPM dilakukan tidak hanya untuk menandai penerima manfaat, tetapi juga sebagai upaya mewujudkan transparansi dan mendukung Gerakan KKS Pegang Sendiri. Selain itu, program ini memungkinkan pemerintah dan stakeholder melihat langsung kondisi riil sosial ekonomi keluarga penerima.
HARISKIANTO, salah satu pendamping sosial PKH Kecamatan Arosbaya, menambahkan, “Keterlibatan operator SIKS-NG sangat penting. Mereka bisa langsung meninjau dan mengevaluasi kondisi penerima, sehingga updating data bisa lebih akurat dan cepat.”
Hal ini diamini oleh Mustain, Kasi Kesmas Kecamatan Arosbaya. Ia berharap keterlibatan langsung ini dapat mendorong operator untuk terus memperbaharui data dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Komitmen Operator Desa untuk Keadilan Sosial
Abdus Sofi, operator SIKS-NG Desa Berbeluk, menegaskan bahwa pihaknya akan menjalankan tugas sesuai aturan. “Kami akan berusaha memberikan pelayanan terbaik, tapi perlu diingat bahwa tidak semua warga otomatis menerima bantuan. Ada kriteria yang harus dipenuhi,” tegasnya.
Penutup: Desa Berbeluk Jadi Teladan Labelisasi
Dengan capaian ini, Desa Berbeluk menjadi satu-satunya desa di Kecamatan Arosbaya yang telah menyelesaikan labelisasi KPM PKH/BPNT secara menyeluruh. Korcam Arosbaya, Abdul Rozak, berharap desa-desa lain bisa segera menyusul.
“Semoga semangat dan kerja cepat seperti di Desa Berbeluk ini bisa menjadi inspirasi bagi desa lain untuk segera menuntaskan labelisasi,” ujarnya.


