
Sumenep — Merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan usaha untuk mempercepat adopsi teknologi digital di daerah pedesaan, KKN Kelompok 24 dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan sosialisasi mengenai sistem pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) serta pemetaan wilayah menggunakan Google Maps di Desa Romben Guna, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman digital masyarakat desa, terutama dalam menghadapi era pembayaran nontunai dan pentingnya keberadaan digital dalam peta online. Sosialisasi QRIS ditujukan kepada pelaku usaha mikro dan kecil agar dapat memperluas jangkauan pasar melalui sistem pembayaran yang lebih cepat, aman, dan efisien.
Di sisi lain, kegiatan pemetaan dengan Google Maps bertujuan untuk memperbaharui informasi geografis desa, karena banyak lokasi penting seperti jalur akses, fasilitas umum, hingga pusat produksi belum terdaftar dengan benar di platform tersebut. Upaya ini diharapkan bisa membuka peluang untuk mempromosikan potensi lokal dan memperkuat identitas digital desa.
Namun, pelaksanaan kegiatan ini menghadapi sejumlah tantangan. Tim KKN mengalami masalah karena adanya ketidaksesuaian antara kondisi geografis aktual dan informasi yang tersedia di Google Maps, yang memaksa tim melakukan pengecekan langsung di lapangan. Di samping itu, sulitnya akses jaringan internet dan sinyal juga menjadi halangan teknis dalam proses pemetaan dan aktivasi QRIS secara online.

Meskipun demikian, semangat untuk mengenalkan potensi lokal menjadi motivasi tersendiri. Desa Romben Guna terkenal dengan produk alam unggulan berupa buah siwalan, yang secara tradisional diproses menjadi gula merah berkualitas tinggi dan menjadi sumber penghidupan penduduk setempat.
Selain itu, desa ini juga memiliki beragam kuliner khas, di antaranya kue kalembing makanan tradisional yang tetap lestari dan menjadi ciri khas budaya masyarakat setempat.
Dengan adanya kegiatan ini, KKN Kelompok 24 berharap masyarakat Desa Romben Guna dapat meningkatkan pemahaman tentang teknologi, serta menjadikan desa ini sebagai teladan dalam beradaptasi dengan kemajuan zaman tanpa melupakan budaya yang ada.


