kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Mahasiswa UIN STS Jambi Berkontribusi dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Senawar Jaya Melalui Program KKN Mandiri

Musi Banyuasin, Sumatera Selatab – Dimulainya program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi, menjadi saksi awal dan babak baru pengabdian mahasiswa dengan pendekatan yang lebih personal, menantang dan sarat pengalaman yang berharga bagi Desa Senawar Jaya, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Berbeda dengan KKN biasanya, program ini hadir dengan konsep baru, dimana hanya satu mahasiswa yang terjun dan berbaur langsung bersama masyarakat desa.

Sejak 7 Juli hingga 20 Agustus 2025, dengan membawa surat pengantar dari kampus, mahasiswa ini resmi diterima oleh Kepala Desa sebagai tanda dimulainya pengabdian yang akan berlangsung selama 45 Hari.

Mahasiswa tersebut berbaur dengan masyarakat dengan mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi, Pelayanan Administratif dan Kegiatan Sosial Keagamaan di Lingkungan Desa Senawar Jaya”.

Pada minggu pertama, aktivitas difokuskan di SMPN 13 Bayung Lencir yang sedang melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Dalam kegiatan ini, mahasiswa ikut terlibat dengan memberikan sosialisasi anti-bullying untuk menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya membangun lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai. Tak hanya itu, mahasiswa juga banyak menghabiskan waktu di ruang kelas dalam proses pembelajaran, salah satunya seperti memandu proses pembelajaran matematika melalui permainan edukatif agar suasana kelas terasa lebih menyenangkan dan tidak membosankan.

Mahasiswa KKN UIN STS Jambi
Mahasiswa KKN UIN STS Jambi

Memasuki minggu kedua, kegiatan beralih ke kantor desa, berbagai aktivitas yang dilakukan sebagai bentuk pengabdian, mulai dari membantu pembuatan surat nikah, menginput data pajak hingga merekap data usia penduduk. Aktivitas ini memberikan pengalaman nyata mengenai jalannya pemerintahan desa, serta pentingnya data dalam pembangunan.

Kegiatan berikutnya terlihat di TPA Al-Hidayah dan salah satu Sanggar Ngaji di desa. Di sini, mahasiswa berperan sebagai ustadzah sekaligus guru bagi anak-anak.  Ia mengajar anak-anak dengan materi yang berjenjang mulai dari pengenalan huruf latin dasar, huruf hijaiyah, cara mengeja hingga membaca sederhana. Lalu baca tulis Al-Qur’an, pengenalan hukum tajwid, hafalan surat pendek, serta tata cara dan bacaan sholat. Dengan metode yang bervariatif, sesekali ia berupaya membuat proses pembelajaran terasa lebih mudah dan menyenangkan melalui kuis, nyanyian hingga menyelipkan aktivitas mewarnai dalam proses pembelajaran. 

Selain pendidikan dan pelayanan administratif, kegiatan sosial keagamaan juga menjadi ruang lain bagi mahasiswa untuk berbaur. Ia hadir dalam kegiatan yasinan, mengikuti tahlilan tujuh hari dan turut serta melaksanakan program Jum’at Bersih di masjid desa. 

Ketika bulan agustus tiba, ia pun ikut meramaikan perayaan kemerdekaan seperti pawai obor dan lomba gerak jalan yang diadakan oleh Kecamatan Bayung Lencir sebagai wujud kebersamaan sekaligus rasa cinta tanah air yang tumbuh dari desa.

Seluruh kegiatan tersebut kemudian disusun dalam sebuah rekapan hasil program kerja (proker) yang akan diserahkan langsung kepada pemerintahan desa sebagai bentuk pertanggung jawaban (http://bit.ly/47dQcff).

Meski di tengah-tengah masa KKN sempat terkendala sakit, hal itu tidak memadamkan semangat pengabdian mahasiswa, sehingga mayoritas kegiatan inti telah terlaksana dengan baik hingga akhir. 

Kehadiran mahasiswa KKN Mandiri di Desa Senawar Jaya ini memberikan warna tersendiri dalam kehidupan masyarakat. Melalui keterlibatannya di sekolah, kantor desa, TPA hingga sanggar ngaji dan kegiatan sosial lainnya, ia berupaya menghadirkan kontribusi nyata sesuai dengan kemampuan dan ruang lingkup pengabdian yang ada. Walaupun hanya seorang diri, setiap kegiatan yang dijalankan menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu harus dilakukan oleh banyak orang, tetapi satu orang pun bisa memberikan dampak yang berarti. 

Bagi mahasiswa itu sendiri, KKN Mandiri menjadi “Sekolah kehidupan”. Ia belajar tentang arti tanggung jawab, kesabaran, kedekatan dengan masyarakat dan bagaimana cara ia menggabungkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan segala kesederhanaan di desa, sehingga dapat menciptakan suatu program kerja yang sederhana, mandiri, tetapi tetap bermanfaat.

Seperti yang diungkapkan oleh (Sianturi, dkk. 2024), bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa sebagai perwujudan kegiatan tridharma perguruan tinggi, yang bertujuan agar mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan di masyarakat sehingga dapat menjadi agen perubahan dan pembangunan yang berkelanjutan. 

Kini, meski KKN Mandiri telah berakhir, jejak pengabdian tetap tertinggal di Desa Senawar Jaya dalam bentuk ilmu yang diajarkan, bantuan yang diberikan serta momen kebersamaan yang sempat terjalin. 

Sumber Referensi:
Sianturi, N. D. S., Ahiraf, S. A., Hidayatulloh, S., Pramudya, B., Fadillah, M. A., Akbar, F. V., Dhivari, D., Putra, F., Sitinjak, J., & Prasetyo. (2024). KKN pemberdayaan terhadap masyarakat menuju desa inovatif dan kreatif serta sosialisasi kebersihan lingkungan dan pemanfaatan sampah rumah tangga. Jurnal Sains Teknologi dalam Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 155–162.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img