kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Telang Indah RT 02 RW 03 dengan Tema Mengubah Sampah Dapur Jadi Pupuk Kompos Padat

Bangkalan – Telang Indah, 12 Oktober 2025 Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Trunojoyo Madura melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Dari Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos Padat”. Kegiatan tersebut menyasar ibu-ibu rumah tangga di Desa Telang Indah yang sehari-hari banyak menghasilkan sampah dapur dari sisa makanan, sayuran dan daun kering.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, ibu – ibu diperkenalkan terkait dengan pentingnya memilah sampah organik dan anorganik serta manfaat pengelolaan sampah rumah tangga.

Sampah organik seperti sisa sayur, kulit buah yang ternyata dapat diubah menjadi pupuk kompos padat yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman di sekitar rumah.

Dalam praktiknya, tim pengabdian menjelaskan bahan dan langkah pembuatan kompos mulai dari pencacahan sampah organik, pencampuran dengan daun kering, penambahan larutan EM4 dan molase hingga proses fermentasi selama tiga hingga empat minggu. Tim pengabdian juga memaparkan pentingnya menjaga kelembapan bahan, serta memastikan sirkulasi udara cukup agar kompos cepat matang tanpa bau.

Selama sesi tanya jawab, ibu-ibu peserta tampak sangat antusias menyampaikan beberapa pertanyaan, seperti :

  1. Berapa jumlah pupuk yang dihasilkan di dalam satu komposter bag tersebut?
  2. Bagaimana perbandingan takaran antara sampah, EM4, molase dan daun kering?
  3. Jika daun yang digunakan basah, apakah tetap bisa dipakai untuk membuat kompos?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dengan rinci oleh tim yang menjelaskan bahwa hasil pupuk bergantung pada volume bahan organik yang digunakan, namun rata-rata satu komposter dapat menghasilkan sekitar setengah dari total volume awal sampah setelah proses penguraian.

Perbandingan takaran ideal adalah 1 kg sampah organik, 0,5 kg daun kering, setengah tutup botol EM4 dan setengah tutup botol molase, sedangkan daun yang terlalu basah sebaiknya dijemur terlebih dahulu agar proses penguraian berjalan optimal dan tidak menimbulkan bau.

Selain itu, tim pengabdian juga menjelaskan bahwa apabila EM4 atau molase sulit didapatkan, masyarakat dapat menggunakan bahan pengganti alami yang mudah ditemukan di rumah tangga, yaitu :

  • Air cucian beras sebanyak ±200 ml sebagai pengganti EM4 karena mengandung mikroba alami yang membantu proses fermentasi
  • Larutan gula merah atau gula jawa sebanyak ±10–15 ml sebagai pengganti molase yang berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme pengurai

Selain itu, terdapat saran dari ibu – ibu Telang Indah agar dibentuk komunitas pengelola kompos Telang Indah sebagai tindak lanjut kegiatan dengan tujuan menjaga keberlanjutan praktik pengolahan sampah rumah tangga dan memperkuat kebersamaan antarwarga.

Kegiatan ditutup dengan pembagian paket komposter sederhana kepada beberapa peserta, serta penyampaian rencana tindak lanjut berupa pemantauan rutin.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bisa menjadi langkah awal menuju Desa Telang Indah yang lebih hijau, bersih dan berdaya lingkungan.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img