kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Apakah Takdir Bisa di Ubah? Ini Penjelasan Lengkapnya dalam Islam

Dalam ajaran Islam, iman kepada Qada dan Qadar adalah bagian penting dari rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim. Artinya, setiap orang beriman harus mempercayai segala ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, baik yang menyenangkan maupun yang tidak.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim:
“Iman adalah engkau percaya kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari kiamat, dan pada takdir Allah yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim)

Namun, yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah: Apakah takdir bisa diubah? Untuk memahami jawabannya, kita harus mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis takdir yang dijelaskan dalam Islam.

Makna Qada dan Qadar dalam Islam

Makna Qada dan Qadar dalam Islam
Makna Qada dan Qadar dalam Islam

Secara bahasa, Qadha berarti ketetapan atau penciptaan, sedangkan Qadar adalah ukuran atau ketentuan. Dalam istilah syariat, Qadar mengacu pada ketetapan Allah yang telah ditulis sejak zaman azali sesuai dengan ilmu dan kehendak-Nya.

Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta—baik berupa kebaikan, keburukan, keimanan, kemaksiatan, dan lainnya—telah tercatat dalam Lauh Mahfudz, dan inilah yang disebut dengan takdir.

Dua Jenis Takdir: Takdir yang Bisa Diubah dan Tidak Bisa

Dua Jenis Takdir: Takdir yang Bisa Diubah dan Tidak Bisa
Dua Jenis Takdir: Takdir yang Bisa Diubah dan Tidak Bisa

Islam membagi takdir menjadi dua kategori utama:

1. Takdir Mubram (Takdir yang Tidak Bisa Diubah)

Takdir mubram adalah ketetapan Allah yang bersifat mutlak dan tidak dapat diubah oleh siapapun. Ketentuan ini berada dalam pengetahuan Allah SWT semata, dan tidak dapat diganggu gugat oleh manusia.

Contoh takdir mubram antara lain:

  • Kelahiran dan kematian: Tidak ada seorang pun yang bisa memilih siapa orang tuanya, waktu lahirnya, atau kapan ia akan meninggal. Ini disebut juga sebagai takdir ‘umri.
  • Gravitasi bumi: Sebuah hukum alam yang pasti terjadi dan tidak bisa dihindari.
  • Bencana alam dan wabah: Semua kejadian ini telah ditetapkan jauh sebelum penciptaan langit dan bumi, seperti yang dijelaskan dalam QS. Al-Hadid: 22.
  • Hari kiamat: Waktu terjadinya tidak diketahui siapa pun selain Allah. Ini termasuk bagian dari takdir azali yang telah dicatat 50.000 tahun sebelum penciptaan alam semesta.

2. Takdir Muallaq (Takdir yang Bisa Diubah)

Berbeda dari takdir mubram, takdir muallaq adalah jenis ketetapan yang masih bisa berubah tergantung pada usaha, ikhtiar, dan doa seorang hamba. Pertanyaannya, bagaimana cara mengubah takdir ini?

Takdir ini ditulis oleh para malaikat saat seseorang masih berada dalam kandungan, termasuk di antaranya: rezeki, umur, jodoh, dan nasib baik atau buruk. Namun, Allah SWT memberikan ruang bagi manusia untuk mengupayakan perubahan nasib lewat amal, ikhtiar, dan doa.

Contoh Takdir yang Bisa Diubah dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut beberapa contoh nyata takdir yang bisa diubah melalui usaha dan doa:

1. Kecerdasan dan Kepandaian

Meski sebagian orang terlahir dengan kecerdasan tinggi, kemampuan intelektual bisa ditingkatkan melalui belajar, latihan, dan kesungguhan. Orang yang tekun belajar biasanya akan lebih maju dibandingkan yang pasif.

2. Kesehatan

Kesehatan termasuk takdir yang dapat berubah. Jika seseorang menjaga pola makan, rajin berolahraga, dan menghindari stres, maka kemungkinan besar ia akan tetap sehat. Bahkan ketika sakit pun, ada kesempatan untuk sembuh melalui pengobatan dan doa.

3. Rezeki

Meskipun Allah telah menentukan rezeki setiap makhluk, rezeki bisa bertambah atau berkurang tergantung pada usaha dan amal seseorang. Bekerja keras, bersedekah, dan bertawakal menjadi jalan untuk membuka pintu rezeki lebih luas.

4. Kebijaksanaan

Menjadi pribadi yang bijak bukanlah takdir yang langsung diberikan, melainkan hasil dari pengalaman, introspeksi, dan belajar dari kesalahan. Artinya, kebijaksanaan bisa dibentuk seiring waktu.

Takdir Harian, Tahunan, dan Peluang Mengubah Nasib

Dalam Islam, takdir tidak hanya dibagi dalam dua jenis, tapi juga berdasarkan waktu pencatatannya:

  • Takdir Azali: Dicatat dalam Lauh Mahfudz sejak zaman azali. Termasuk kategori takdir tetap (mubram).
  • Takdir ‘Umri: Dicatat saat janin berusia 120 hari dalam kandungan.
  • Takdir Sanawi: Ditulis setiap malam Lailatul Qadar, berlaku untuk satu tahun ke depan.
  • Takdir Yaumi: Takdir yang ditentukan setiap hari berdasarkan keputusan Allah atas amal-amal manusia.

Malam Lailatul Qadar menjadi waktu istimewa untuk memohon perubahan takdir yang lebih baik. Dalam QS. Ad-Dukhan: 4, Allah berfirman:
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.”

Apakah Doa Bisa Mengubah Takdir?

Jawabannya: Ya, doa adalah salah satu cara untuk mengubah takdir muallaq. Dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada yang dapat menolak takdir selain doa.” (HR. Tirmidzi)

Begitu pula dalam HR. Ahmad, Rasulullah menyebut bahwa doa dan takdir bisa saling berlomba sampai Hari Kiamat. Artinya, semakin kuat dan konsisten doa kita, semakin besar peluang terjadinya perubahan takdir.

Takdir Bisa Diubah, Tapi Tidak Semuanya

Jadi, apakah takdir bisa diubah? Jawabannya bergantung pada jenis takdir itu sendiri. Takdir mubram adalah ketentuan tetap yang tidak bisa diubah. Namun, takdir muallaq adalah ruang yang Allah berikan kepada manusia untuk berikhtiar, berdoa, dan mengupayakan perubahan dalam hidup.

Sebagai makhluk yang diberi akal, kita wajib menggunakan segala potensi untuk memperbaiki kehidupan. Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubahnya sendiri (QS. Ar-Ra’d: 11).

Berusaha, berdoa, dan bertawakal adalah kunci untuk mengubah takdir yang masih terbuka untuk diubah.

Rekomendasi Bacaan untuk Memahami Takdir Lebih Dalam

Bagi kamu yang ingin mendalami tema perubahan takdir dan bagaimana menyikapinya, berikut beberapa buku inspiratif:

  • “Aku Yakin Takdir-Mu yang Terbaik” oleh Nurhasan — Mengajak kita melihat ujian hidup sebagai cara Allah memperbaiki kita.
  • “Amor Fati: Cintai Takdirmu” karya Rando Kim — Belajar mencintai setiap ketetapan Allah, baik maupun buruk.
  • “Berdamai dengan Takdir” oleh Sony Adams — Panduan reflektif untuk menenangkan hati dan menerima hidup dengan lebih ikhlas.

Semua buku tersebut bisa kamu temukan di toko Gramedia terdekat atau melalui Gramedia.com.

Penutup

Percaya pada takdir bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sebaliknya, keyakinan pada takdir seharusnya menjadi pemicu semangat untuk terus memperbaiki diri. Takdir yang bisa diubah adalah anugerah, karena di dalamnya Allah sisipkan harapan, peluang, dan ruang perjuangan.

Teruslah berdoa, berikhtiar, dan bersabar. Karena takdir terbaik adalah takdir yang dijalani dengan ikhlas dan penuh keimanan.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img