kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Belajar dari Ladang, Mahasiswa KKN Kolaboratif UTM Amati Langsung Kehidupan Petani di Desa Puntukdoro Magetan

Pojoksuramadu.com – 1 Juli 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Trunojoyo Madura yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Haryo Triajie S.Pi, M.Si., melakukan kunjungan ke salah satu area persawahan milik warga di Desa Puntukdoro, Kabupaten Magetan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menjalin kedekatan dengan warga serta mengidentifikasi potensi pertanian di desa. Kehadiran para mahasiswa disambut sangat baik oleh petani setempat, yang antusias berbagi pengetahuan dan berdiskusi mengenai praktik pertanian berkelanjutan.

Mayoritas petani di Desa Puntukdoro bertani dengan menggunakan sistem tanam tumpang sari. Sistem tersebut merupakan menanam dengan lebih dari 1satu jenis tanaman. Sistem tanam tumpang sari dapat memaksimalkan penggunaan lahan, dan menambah penghasilan yang didapatkan, ini juga membantu menjaga kesuburan tanah serta mengurangi resiko gagal panen.

Dengan menanam beberapa jenis tanaman secara bersamaan, petani dapat memastikan ketersediaan hasil panen yang beragam dan membuka peluang pasar yang lebih luas.Hortikultura merupakan jenis tanaman yang cocok ditanam pada kondisi lahan di Desa Puntukdoro. 

Salah satu area persawahan yang dikunjungi merupakan milik Pak Peno dan Bu Sigit. Dalam kunjungan tersebut mahasiswa diajak secara langsung terlibat dalam aktivitas pertanian, salah satunya adalah menanam cabai sebagai bentuk pembelajaran praktik lapangan. Tanaman cabai di lahan milik Pak Peno dan Bu Sigit telah berhasil panen sebanyak 10 kali, ujar beliau. Keberhasilan ini tidak lepas dari perawatan intensif yang dilakukan secara rutin.

Baca juga : Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Laksanakan Survei di Kelurahan Kalirungkut untuk Mendukung Pengembangan Masyarakat

Rutinitas harian Pak Peno dan Bu Sigit dimulai sejak pagi buta, bahkan sebelum matahari terbit. Setiap hari, keduanya berangkat ke sawah untuk mengurus berbagai keperluan pertanian. Aktivitas ini berlangsung hampir sepanjang hari hingga sore menjelang, bagi mereka sawah bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan pengabdian mereka terhadap alam.

Mahasiswa juga diajak ke lahan persawahan yang berbeda, dimana lahan tersebut menanam timun, kacang koro dan pakcoy. Lahan ini juga menggunakan sistem tanam tumpang sari, hal ini bertujuan untuk dapat memperoleh hasil panen yang lebih banyak dan beragam, sekaligus meminimalkan resiko kerugian akibat serangan hama atau perubahan cuaca.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa juga diajak secara langsung untuk membantu proses penalian sulur pada tanaman timun. Tanaman timun dikenal memiliki sifat pertumbuhan yang menjalar, sehingga jika dibiarkan tumbuh ke bawah akan berisiko rusak dan sulit dipanen. Oleh karena itu, tanaman ini perlu ditopang dan diarahkan tumbuh ke atas dengan cara diikat menggunakan tali ke tiang penyangga.

Kegiatan kunjungan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami langsung mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan. Melalui keterlibatan langsung, mahasiswa tidak hanya belajar soal teknik bertani, tetapi juga melihat bagaimana kerja keras, ketekunan, dan semangat para petani dalam mengelola lahan mereka. Diharapkan, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar mahasiswa semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menerapkan ilmu yang dimiliki untuk membantu mengembangkanpotensi desa.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img