kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Cara Daftar Blog ke Google AdSense Agar Cepat Diterima (Full Approved)

Banyak blogger pemula yang penasaran: “Gimana sih cara daftar blog ke Google AdSense supaya cepat disetujui 100%?” Pertanyaan ini sangat sering muncul di forum-forum blogger Indonesia, termasuk di grup Facebook atau komunitas online lainnya.

Padahal, kalau kamu memang serius membangun blog dan fokus menciptakan konten berkualitas, seharusnya tidak sulit untuk bisa full approved oleh Google AdSense—baik untuk pengajuan pertama, maupun saat menambahkan situs baru.

Lalu, apa saja sebenarnya syarat penting agar blog bisa diterima Google AdSense? Dan kenapa masih banyak blogger yang gagal?

Kenapa Blog Selalu Ditolak AdSense?

Google AdSense saat ini tidak lagi sekadar melihat siapa yang mendaftar atau berapa umur blognya. Fokus utama mereka adalah kualitas konten yang disajikan.

Apakah artikelnya bermanfaat?
Apakah isinya aman dan bukan hasil plagiat?
Apakah blog punya struktur navigasi yang jelas?

Jika kamu bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan “ya”, maka peluang blog kamu diterima akan jauh lebih besar.

Panduan Lengkap Cara Daftar Blog ke Google AdSense

Berikut ini adalah pengalaman pribadi yang sudah terbukti berhasil saat mendaftarkan blog ke Google AdSense dan diterima full approved. Tidak meniru dari blog lain, murni dari pengalaman langsung.

1. Buat Konten yang Original dan Unik

Langkah awal yang paling krusial adalah memastikan konten kamu orisinal. Jangan hanya copy-paste artikel dari blog lain. Jika perlu menulis ulang, gunakan gaya bahasa sendiri dan tambahkan opini pribadi agar lebih otentik.

Sertakan juga gambar buatan sendiri jika memungkinkan, atau gunakan gambar bebas lisensi dan beri kredit ke sumbernya. Google sangat menghargai konten yang bernilai dan bebas plagiarisme.

2. Jangan Terburu-Buru, Perbanyak Artikel Dulu

Sebelum buru-buru mendaftar, fokuslah menulis konten dulu. Idealnya, blog kamu memiliki minimal 20–30 artikel original. Jika hanya punya 5–6 postingan, blogmu belum menunjukkan kualitas yang cukup.

Lebih banyak artikel = Lebih banyak peluang tampil di hasil pencarian = Lebih disukai AdSense.

3. Datangkan Trafik dari Sosial Media

Mendapatkan trafik dari Google memang butuh waktu. Tapi kamu bisa memulai dengan share konten ke media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Ini termasuk bagian dari optimasi SEO Off-Page.

Trafik aktif akan memberi sinyal bahwa blog kamu hidup dan layak untuk dimonetisasi.

4. Bangun Navigasi Blog yang Jelas

Jangan anggap sepele menu navigasi! Pastikan blog kamu memiliki struktur menu yang rapi, kategori jelas, dan semua tautan bisa diakses dengan mudah.

Jika ada kategori yang belum ada isinya, sebaiknya sembunyikan dulu. Dua kategori saja cukup asal masing-masing berisi minimal 10 artikel.

5. Gunakan Domain TLD (Top Level Domain)

Masih pakai alamat blogspot? Pertimbangkan untuk custom domain ke .com, .id, atau lainnya. Misalnya dari namablog.blogspot.com jadi namablog.com.

Custom domain akan membuat blogmu lebih profesional, mudah diingat, dan tentu lebih dipercaya Google saat proses verifikasi AdSense.

Domain TLD bisa kamu dapatkan mulai dari Rp 150.000 per tahun, investasi yang sangat sepadan.

6. Halaman Penting: Tentang, Kontak, dan (Opsional) Kebijakan Privasi

Meskipun kebijakan privasi tidak wajib, sebaiknya tetap disediakan. Yang lebih penting adalah halaman Tentang Saya dan Kontak, yang menunjukkan bahwa blog kamu dikelola oleh orang nyata dan bukan spam.

Ini juga akan menambah kredibilitas blog di mata Google dan pengunjung.

7. Hindari Konten Berisiko (Seperti Link Download)

Google AdSense tidak menyukai blog dengan konten berisiko tinggi, seperti link download, crack software, film bajakan, atau konten dewasa.

Lebih baik fokus pada konten informatif, tutorial, tips blogging, teknologi, ulasan produk, atau niche lain yang aman dan legal.

8. Hati-Hati Memberikan Backlink

Backlink yang tidak relevan atau mengarah ke situs berbahaya bisa membuat blog kamu gagal lolos verifikasi. Gunakan backlink hanya ke situs terpercaya seperti Wikipedia, media besar, atau portal teknologi populer.

Kalau tidak yakin, lebih baik tidak menambahkan link keluar sama sekali.

Artikel Terkait :

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img