POJOKSURAMADU.COM, Pamekasan – Moh Rafly, pelajar Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) asal Dusun Gantongan, Desa Bettet, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur kini bisa bernafas lega.
Anak dari pasangan suami istri (Pasutri), Subairi dan Hawati ini, tak perlu lagi menyita waktu belajarnya untuk mencari rumput demi membeli ponsel untuk kebutuhan belajar daring.
“Alhamdulillah ada dua donatur yang mau membantu saya untuk tetap belajar dengan maksimal,” tutur Rafly saat ditemui di kediamannya.
Rafly pun mengaku sempat terkejut setelah perwakilan Forum Wartawan Pamekasan (FWP) dan satu pria yang meminta namanya dirahasiakan itu datang untuk memberikan ponsel berikut dengan kuota internet, agar Ia bisa belajar di tengah pandemi Covid-19 pada
Kamis, 23 Juli 2020 malam.
Empat hari berselang, satu orang donatur yang diwakili oleh anggota FWP mengantarkan paket sembako berikut dengan uang tunai yang diserahkan kepadanya, Senin 27 Juli 2020.
“Terimakasih atas bantuan para donatur, dan para jurnalis yang sudah mau memberitakan,” ucapnya
“Semoga amal kebaikan dari para donatur mendapat balasan yang setimpal,,” sambungnya.
Sebelumnya, Bocah yang saat ini duduk di kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Pamekasan sempat terancam putus sekolah lantaran tidak bisa mengikuti pembelajaran sejak pandemi Covid 19.
Kondisi Rafly-pun sempat menjadi sorotan setelah salah satu tetangganya mengirimkan surat kepada Bupati Pamekasan. Beruntung, ada donatur yang segera menyambangi kediamannya.
“Siapapun kalian, semoga tuhan memberikan balasan kebaikan yang setimpal,” tutupnya. (Hasibuddin)