kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Guru dan Siswa dalam Pusaran Sistem Sekuler Kapitalis

Pojoksuramadu.com – Dunia pendidikan kita sedang tidak baik-baik saja. Berbagai masalah hubungan antara guru dan murid masih terus terjadi. Bulan Januari 2025 ini yang sedang viral adalah seorang guru SMK di Jambi yang dikeroyok oleh murid-muridnya sendiri di sekolah tempat mereka melakukan kegiatan belajar mengajar. Sungguh memprihatinkan.

Sebagaimana diberitakan detikSumbagsel.com, Rabu (14/1/2026), kasus tersebut diawali dari peneguran seorang siswa terhadap seorang guru di dalam kelas ketika berlangsung kegiatan belajar mengajar.

Menurut guru tersebut , cara siswa tersebut dalam menegurnya tidak dilakukan dengan hormat dan sopan sampai ada teriakan kata yang tidak pantas. Sementara itu, siswa beralasan bahwa guru yang ditegur itu sering ngomong kasar, menghina siswa, Sedangkan menurut siswa, guru tersebut dan orang tua. Selain itu, juga mengatakan bodoh dan miskin.

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menanggapi kasus ini dengan mengaitkan pada UU UU Perlindungan Anak. Menurutnya, ada pelanggaran hak asasi anak untuk mendapatkan perlindungan dan pendidikan yang aman, bebas dari rasa takut dan kekerasan, sebagaimana dijamin dalam UU tersebut.

Bukan Hanya Sekedar Masalah Emosi Sesaat

Jika kita dalami kasus ini, kita akan menemukan adanya problem serius dalam pendidikan kita. Tidak hanya masalah intern guru dan siswa tersebut atau karena emosi sesaat. Ada hubungan yang rusak antara subyek dunia pendidikan. Hubungan yang semestinya dibangun di atas keteladanan dan juga penghormatan ternodai dengan kekerasan verbal maupun tindakan juga penuh dengan nuansa ketegangan bukan kenyamanan belajar.

Siswa yang bertindak tidak sopan dan kasar, menunjukkan ia kehilangan batas adab. Adapun guru yang tidak mampu menguasai emosi kemudian mengeluarkan kata-kata yang tidak kita pungkiri kerap menghina, merendahkan, melabeli buruk kepada siswa, tentu akan melukai psikologis mereka.

Sejatinya, kasus ini adalah buah pendidikan sistem sekuler kapitalis yang justru menjadikan para siswa maupun para guru jauh dari nuansa pembelajaran yang nyaman dan jauh dari tuntunan pendidikan dalam Islam. Walhasil, guru dan siswa terjebak dalam pusaran niradab yang terjadi di dunia pendidikan.

Pendidikan dalam Islam

Tujuan pendidikan dalam pandangan Islam adalah menjadikan siswa sebagai manusia yang memiliki adab mulia dan menguasai ilmu pengetahuan juga teknologi. Jadi, tidak hanya mencetak orang yang pintar. Rasulullah adalah guru teladan bagi kita semua. Beliau diutus sebagai penyempurna akhlak sebagaimana dalam sebuah firman Allah. Innamaa bu’itstu li utammimal akhlaaq.

Oleh karena itu, adab menempati kedudukan yang utama sebelum mempelajari ilmu-ilmu. Para siswa diajarkan adab untuk ta’dzim kepada semua guru tanpa membedakan status sosial. Adapun para guru memiliki kewajiban untuk mendidik para siswa dengan keteladanan, mengajar dengan kasih sayang , dan menjauhi berbagai sikap yang termasuk penghinaan. Ini karena guru adalah figur keteladanan bukan semata seorang pengajar atau penyampai ilmu pengetahuan.

Selain dari pribadi guru maupun siswa, negara juga berperan besar. Ia berkewajiban memastikan kurikulum yang diterapkan adalah kurikulum yang berlandaskan akidah Islam. Setiap pengajaran baik mata pelajaran agama maupun umum semua dipastikan mengarah pada pembentukan kepribadian Islam. Islam sama sekali tidak menjadikan kompetensi pasar sebagai acuan dalam pengajaran yang dapat berakibat para siswa terbina menjadi pribadi kapitalis materialistis liberal.

Inilah pendidikan yang diatur dalam syariat Islam. Sistem pendidikan yang memanusiakan ini sangat jauh berbeda dengan sistem pendidikan yang dibangun atas ruh sekuler kapitalis. InsyaAllah kasus kekerasan dilingkungan pendidikan seperti pengeroyokan terhadapmu guru maupun guru yang menghina siswa dapat terselesaikan secara mengakar dan menyeluruh dengan tegaknya sistem Islam.

Penulis : Naila

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img