PAMEKASAN – Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, ketika sesosok bayi perempuan ditemukan dalam kondisi mengenaskan di bawah jembatan saluran pembuangan menuju aliran Sungai Kloang, tepatnya di Kelurahan Parteker, Kecamatan Kota, pada Kamis pagi (10 Februari 2022).
Penemuan bayi tersebut pertama kali diketahui oleh warga bernama Hairul Rasyid sekitar pukul 09.45 WIB. Kala itu, ia tengah hendak membuang sampah dan tanpa sengaja melihat sesosok tubuh mungil dalam posisi tertelungkup di bawah jembatan.
“Saya terkejut, saat mau buang sampah ternyata ada bayi. Kondisinya sangat memprihatinkan, bagian dada hingga kepala sudah membusuk, dan tali pusarnya pun masih melekat,” ujar Hairul.
Setelah menyadari bahwa yang ia temukan adalah jenazah bayi, Hairul langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar, lalu melaporkannya ke pihak Kelurahan dan aparat kepolisian setempat.
Menindaklanjuti laporan warga, Kapolsek Pamekasan Kota, Muhlis Sukardi, bersama tim Inafis dari Polres Pamekasan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut keterangan awal dari Muhlis, dari hasil pemeriksaan sementara, diperkirakan bayi tersebut sudah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
“Bayi ditemukan dalam kondisi tertelungkup, terbungkus plastik putih, dan bersimbah darah. Bagian perutnya sudah mengalami kerusakan cukup parah,” terang Kapolsek.
Proses evakuasi dilakukan oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang menggunakan tali untuk mengangkat jasad dari bawah jembatan. Selanjutnya, jenazah bayi dimasukkan ke kantong jenazah dan dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Pamekasan guna proses autopsi dan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku pembuangan bayi tersebut dan apa motif di balik tindakan yang tak manusiawi ini. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan pelaku berasal dari sekitar lokasi kejadian atau luar wilayah.
Kasus penemuan bayi ini menambah daftar panjang kasus pembuangan bayi di Indonesia yang sayangnya masih sering terjadi, terutama di kawasan padat penduduk.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, serta menguatkan peran keluarga, pendidikan, dan agama dalam mencegah terjadinya hal serupa. Masyarakat diimbau segera melaporkan jika mencurigai ada kasus kehamilan yang tidak diinginkan atau indikasi kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan mereka.


