Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tergolong dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 19 Desa Sana Dajah terus menggencarkan kegiatan-kegiatannya. Kali ini, KKN Kelompok 19 UTM mengadakan sosialisasi dan implementasi pengomposan dalam upaya mendukung praktik pertanian ramah lingkungan, Minggu (6/7/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, (6/7/2025) bertempat di Balai Desa Sana Dajah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan metode pengolahan limbah organik menjadi kompos kepada para petani sebagai langkah nyata menuju pertanian berkelanjutan.
Sosialisasi yang berlangsung di Balai Desa Sana Dajah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan dihadiri kurang lebih 20 peserta yang terdiri dari petani lokal dan perangkat desa.
Sosialisasi ini menjadi ajang diskusi aktif antara petani dan pemateri untuk membahas tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan limbah pertanian. Kegiatan ini merupakan inisiatif dalam peningkatan kapasitas petani untuk menghadapi perubahan iklim dan menjaga ketahanan pangan.
Pemateri pada kegiatan sosialisasi ini adalah Zainulloh, Nurul Choiriya, dan Misyka Az Zujaja Asy Syaukati. Para pemateri ini menyampaikan materi tentang daur ulang limbah organik, teknik pembuatan kompos yang efektif, serta manfaat jangka panjang teknologi pengomposan terhadap kesuburan tanah dan pengurangan penggunaan pupuk kimia.
Misyka , Salah satu pembicara menyatakan bahwa, Sosialisasi pembuatan pupuk kompos dan implementasinya penting untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat Sana Daja dalam mengelola sampah organik dan meningkatkan kesuburan tanah.
”Kita dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia, serta meningkatkan produktivitas pertanian, dan meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih bersih” Ujarnya saat mengisi materi di Desa Sana Dajah.
“Dikarenakan pengelolaan limbah daun kering tidak terpakai, maka daun kering itu dapat didaur ulang menjadi pupuk kompos” Tambahnya.
Pada kegiatan ini, para petani mendapatkan pemahaman teori dan praktik langsung tentang proses pembuatan kompos dengan metode sederhana dan aplikatif yang bisa diterapkan di lingkungan pertanian mereka.

Implementasi dilakukan dengan memberikan pelatihan langsung pembuatan kompos, pemberian starter kit pengomposan, serta pembentukan kelompok tani dalam pengimplementasian pembuatan pupuk kompos tersebut.
Misyka juga menekankan bahwa, Sosialisasi ini juga dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan petani.
“Masyarakat Desa Sana Dajah dapat menggunakan kreativitasnya sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Sana Dajah” Sampainya Minggu, (6/7/2025).
Zainulloh, Koordinator Desa KKN 19 juga mengungkapkan bahwa, Dengan adanya sosialisasi dan implementasi ini diharapkan dapat memberikan penyadaran terhadap masyarakat akan isu lingkungan.
“Salah satu tujuan dari sosialisasi ini adalah agar masyarakat Sana Dajah lebih kreatif dalam mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos” Katanya. “Dengan adanya sosialisasi dan implementasi ini, masyarakat dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh terhadap lingkungan sekitarnya” Pungkasnya.


