Sumenep, 9 Juli 2025 – Dalam upaya memberdayakan potensi lokal, para mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mendemonstrasikan pembuatan nugget ikan tongkol, sebuah produk makanan yang tidak hanya lezat tetapi juga bernutrisi tinggi.
Kegiatan ini diawali dengan pengenalan tentang ikan tongkol yang merupakan salah satu komoditas unggulan di daerah tersebut.
Peserta KKN menjelaskan kepada warga desa tentang manfaat ikan tongkol, yang kaya akan protein dan omega-3, serta pentingnya mengolah hasil laut menjadi produk yang lebih bernilai.
Dengan memanfaatkan bahan baku lokal, mereka berharap dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi limbah ikan.
Demontrasi pembuatan nugget ikan tongkol dilaksanakan secara langsung oleh peserta KKN 39 di balai desa, menarik antusiasme tinggi dari ibu-ibu dan perangkat desa.
Dengan bimbingan langsung dari mahasiswa KKN, warga belajar tahapan demi tahapan, mulai dari pemilihan ikan tongkol segar, proses penggilingan, pencampuran bumbu, hingga pencetakan dan penggorengan.
“Kami melihat potensi besar di sini, terutama melimpahnya ikan tongkol yang belum dimanfaatkan secara maksimal,” jelas Latifah, salah satu peserta KKN yang berperan sebagai demonstrator.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa ikan tongkol tidak hanya bisa diolah menjadi lauk pauk biasa, tetapi juga produk olahan bernilai ekonomi tinggi yang bisa meningkatkan pendapatan masyarakat.”
Respon positif datang dari berbagai pihak. Ibu Suaima, salah seorang peserta pelatihan, mengungkapkan kegembiraannya, “Kami sangat senang dengan adanya program ini. Selama ini kami hanya mengolah ikan tongkol seperti biasa. Sekarang kami punya ide baru yang bisa kami kembangkan untuk dijual dan menambah penghasilan keluarga.”
Dengan berakhirnya demonstrasi ini, diharapkan masyarakat Desa Lapa Laok dapat melanjutkan dan mengembangkan produksi nugget ikan tongkol secara mandiri.
Kelompok KKN 39 tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga akan terus memberikan pendampingan dan masukan agar produk ini dapat dipasarkan secara lebih luas. Inovasi ini membawa Desa Lapa Laok menuju kemandirian ekonomi yang lebih baik.


