Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 30 dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan kewirausahaan di Desa Gunilap, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan produk lokal, memahami legalitas usaha, dan memanfaatkan platform e-commerce untuk pemasaran.
Kegiatan sosialisasi dimulai dengan pelatihan pembuatan produk olahan makanan berbasis potensi lokal, seperti keripik pisang. Para peserta, yang terdiri dari ketua BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) dan anggota BUMDES serta pemuda desa, diajarkan teknik pengolahan yang higienis dan inovatif untuk meningkatkan nilai jual produk.
“Kami ingin memberdayakan masyarakat khususnya BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) dengan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memanfaatkan bahan lokal, mereka dapat menciptakan produk yang memiliki daya saing di pasar,” ujar Ketua Kelompok KKN 30, Mohammad Rifky Afriansyah
Setelah pelatihan pembuatan produk, peserta diajak untuk memahami pentingnya desain prototipe dan branding. Tim KKN 30 memberikan workshop tentang pembuatan kemasan yang menarik, penentuan logo, dan strategi branding yang efektif.
“Desain kemasan yang menarik dapat meningkatkan minat konsumen. Kami juga mengajarkan cara membuat logo yang mencerminkan identitas produk,” tambah Rifky.

Salah satu fokus utama sosialisasi adalah pemahaman tentang legalitas usaha. Tim KKN 30 menjelaskan prosedur pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pentingnya sertifikasi halal dari MUI, dan proses mendapatkan izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).
“Legalitas usaha sangat penting untuk menjamin keamanan produk dan kepercayaan konsumen. Kami memberikan panduan langkah demi langkah agar masyarakat dapat mengurus izin usaha secara mandiri,” jelas Ainul selaku pemateri.
Dalam era digital, pemasaran melalui e-commerce menjadi hal yang tak terelakkan. Tim KKN 30 memberikan pelatihan tentang cara memanfaatkan platform seperti Tokopedia, Shopee, dan Instagram untuk memasarkan produk. Peserta diajarkan cara membuat akun toko online, mengunggah foto produk, dan strategi promosi digital.
“Dengan e-commerce, produk lokal Desa Gunelap dapat dikenal lebih luas. Kami berharap masyarakat dapat mandiri dalam memasarkan produknya secara online,” ujar Shinta selaku pemateri.
Kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Gunelap. Salah satu peserta bapak Sudarto mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim KKN 30.
“Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Sekarang kami tahu cara membuat produk yang menarik dan legal. Semoga usaha kami bisa berkembang,” katanya.
Ketua BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) bapak Achun Maldini juga mengapresiasi kegiatan ini. “Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah membantu masyarakat kami. Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Kelompok KKN 30 ini merupakan langkah konkret dalam memberdayakan masyarakat Desa Gunelap.
Dengan keterampilan pembuatan produk, pemahaman legalitas usaha, dan pemanfaatan e-commerce, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan perekonomian desa.


