Surabaya – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 71 dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur sukses melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) di Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan terbatas di wilayah perkotaan. Program Budikdamber yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN kelompok 71 ini bertujuan untuk mengenalkan metode budidaya ikan lele dan tanaman kangkung secara bersamaan dalam ember, sebagai solusi urban farming yang hemat lahan, hemat air, dan ramah lingkungan.
Budikdamber juga menjadi alternatif pangan mandiri yang sangat relevan di wilayah perkotaan, di mana lahan sempit dan padat penduduk membuat budidaya kolam konvensional tidak memungkinkan.

Dengan sistem ini, masyarakat tetap dapat menghasilkan sumber protein dan sayuran segar dari pekarangan rumah sendiri. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga setempat, terutama ibu-ibu rumah tangga dan pengurus RT yang tertarik untuk mengembangkan usaha mandiri di lingkungan mereka.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui serangkaian sosialisasi, pelatihan teknis, dan pendampingan langsung kepada warga. Mahasiswa memberikan edukasi mulai dari pemilihan benih ikan, perawatan, pemberian pakan, hingga panen. Selain itu, peserta juga diajarkan cara menanam kangkung di atas ember menggunakan sistem rakit apung sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai sayuran harian.
Ketua kelompok KKN 71, Adinda Eka, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk menjawab kebutuhan masyarakat. “Melalui Budikdamber, kami berharap warga dapat memperoleh tambahan sumber pangan dan penghasilan dengan cara yang mudah dan murah, tanpa membutuhkan lahan yang luas,” ujarnya.
Ketua RT01 RW05 Kendangsari, Ibu Widya Agustiana, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pelatihan urban farming yang tidak hanya bermanfaat bagi kesejahteraan warga, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada mahasiswa semuanya karena sudah peduli terhadap lingkungan,” ujarnya. “Harapannya sih semoga bisa dikembangkan, setidaknya bisa menjadi ilmu bagi kita. Kedepannya kalau bisa dikembangkan lebih lanjut, ya sangat alhamdulillah,” tambahnya.
Dengan keberhasilan program ini, warga Kelurahan Kendangsari diharapkan dapat melanjutkan dan mengembangkan sistem Budikdamber secara mandiri, bahkan menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam pengelolaan sumber daya lokal yang produktif dan berkelanjutan.


