kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Mahasiswa KKN Kelompok 36 Desa Jambu, Kec.Lenteng, Kab. Sumenep, Inisiasi Program Eco Briket dari Sekam Padi sebagai Solusi Energi Ramah Lingkungan

Sumenep, Sabtu 10 januari 2025, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Trunojoyo Madura yang melaksanakan pengabdian di Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, menginisiasi program kerja pembuatan eco briket berbahan dasar sekam padi. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah pertanian sekaligus mendorong penggunaan energi alternatif yang ramah lingkungan bagi masyarakat.

Sekam padi yang selama ini dianggap sebagai limbah hasil penggilingan beras dan kerap dibuang atau dibakar secara terbuka, memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif. Melalui program eco briket, mahasiswa KKN berupaya mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomis pada limbah pertanian tersebut.

Proses pembuatan eco briket dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengeringan sekam padi, proses pembakaran sekam padi, penghalusan, pencampuran dengan bahan perekat (Tepung Tapioka), proses pencetakan menggunakan pipa paralon dan pengeringan briket. Seluruh proses dilakukan dengan peralatan sederhana yang mudah diaplikasikan oleh masyarakat desa.

Salah satu Pemateri Program Kerja Eco Briket , [Erly Widiawati]. “Hanya menggunakan tiga  bahan (Sekam, tepung tapioka, air) dan tiga alat yang bisa ditemui didapur, kita bisa memanfaatkan sekam padi ini menjadi bahan bakar yang berguna bagi yang mempunyai usaha seperti sate bisa menggunakan alternatif briket ini. Keunggulan briket ini daripada arang biasanya asapnya lebih sdikit dari pada arang biasanya jadi tidak akan menganggu menganggu dan lebih ramah lingkungan.” Ujar Erly Widiyawati, salah satu pemateri pada sosialisasi eco briket.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga setempat dengan ikut menanyakan mengenai tata cara dan bahan pembuatan briket.“Kalau tepung tapiokanya diganti alternatif lain apakah bisa?” Tanya salah satu warga.

“Untuk sejauh ini masih menggunakan tepung tapioka bapak, kalau menggunakan tepung lainnya misalnya tepung terigu atau tepung jagung (maizena) tidak lengket jadi tidak mengikat.” Ujar Erly Widiyawati

Melalui program kerja pembuatan eco briket dari sekam padi ini, mahasiswa KKN berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah dan pemanfaatan energi alternatif. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat desa sebagai upaya menuju lingkungan yang lebih bersih dan mandiri energi.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img