kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Mahasiswa KKN Membangun Desa Universitas Trunojoyo Madura 2025 Kenalkan Eco Enzim Ramah Lingkungan di Desa Klampis Barat: Solusi Cerdas Kurangi Sampah Organik

Bangkalan, 05 November 2025 Dalam upaya mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang tergabung dalam KKN Membangun Desa Tahun 2025 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco enzim ramah lingkungan di Desa Klampis Barat, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan.

Kegiatan ini mengusung tema “Eco Enzim Ramah Lingkungan Sebagai Solusi Pengurangan Sampah Organik”, dan diikuti oleh kader lingkungan, ibu rumah tangga, serta perangkat desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa UTM berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara sederhana mengelola limbah dapur menjadi produk bermanfaat dan bernilai guna.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa eco enzim merupakan cairan alami hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah, sisa sayur, dan gula merah yang dapat digunakan sebagai pembersih serbaguna, pupuk cair, dan pengusir bau alami. Dengan metode sederhana, masyarakat dapat membuatnya sendiri di rumah tanpa biaya besar.

Selama pelatihan, para peserta diajak langsung mempraktikkan proses pembuatan eco enzim. Mereka terlihat antusias menyiapkan bahan-bahan seperti kulit jeruk, kulit alpukat, nanas, dan gula merah, kemudian mencampurkannya dengan air sesuai takaran yang dijelaskan mahasiswa.

Baca juga : Mahasiswa KKN-T Universitas Trunojoyo Madura Lakukan Persiapan Kolam Bioflok: Siap Jadikan KING LELE FARM Sentra Lele Mandiri di Bangkalan

Koordinator kegiatan, Rosa, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah organik.

“Selama ini sampah organik dianggap tidak berguna dan dibuang begitu saja. Padahal jika diolah dengan benar, sampah tersebut bisa menjadi produk ramah lingkungan yang bermanfaat bagi rumah tangga. Inilah yang ingin kami perkenalkan melalui pelatihan eco enzim ini,” tuturnya.

Selain pelatihan, mahasiswa juga memberikan penjelasan ilmiah sederhana tentang manfaat eco enzim dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mengurangi emisi gas metana dari tumpukan sampah, serta membantu memperkaya unsur hara tanah.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga. Banyak ibu rumah tangga yang berkomitmen akan mencoba membuat eco enzim di rumah masing-masing dan mengajarkan cara pembuatannya kepada tetangga lain.

“Saya baru tahu kalau kulit buah bisa dibuat jadi cairan penyubur taanaman. Selama ini langsung saya buang. Ternyata bisa dimanfaatkan, jadi tidak mubazir,” ujar salah satu peserta pelatihan dengan semangat.

Kegiatan sosialisasi eco enzim ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja KKN Membangun Desa UTM 2025 yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan dan ekonomi rumah tangga. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, mahasiswa berharap hasil kegiatan ini dapat terus berlanjut meskipun masa KKN telah usai.

Melalui program ini, mahasiswa UTM ingin menanamkan pesan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari rumah sendiri, dengan langkah kecil namun berdampak besar bagi kelestarian alam.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi awal perubahan kecil yang memberi dampak besar bagi Desa Klampis Barat. Karena lingkungan yang bersih dan sehat adalah warisan berharga untuk generasi berikutnya,” pungkas koordinator tim.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img