kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Mahasiswa KKNT UTM 2025 Mewujudkan Pertanian Modern Lewat Penerapan Teknologi Sprinkel Pada Bawang Merah Di Desa Sana Tengah

Pojoksuramadu.com – Sana Tengah, sebuah desa yang terletak di wilayah pedalaman, kini tengah menjadi sorotan berkat penerapan teknologi pertanian modern yang dihadirkan oleh mahasiswa KKN-T (Kuliah Kerja Nyata Tematik) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) 2025.

Dosen pembimbing lapang, Dr. Ir. Gita Pawana, MSi. menyatakan bahwa kegiatan mahasiswa KKN-T ini merupakan bagian dari program riset terapan Universitas Trunojoyo Madura dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan di kawasan lahan kering Madura, khususnya Desa Sana Tengah.

Melalui program KKNT, mahasiswa UTM berhasil memperkenalkan salah satu sistem penyiraman yang canggih, yakni irigasi sprinkle, yang diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian, khususnya pada komoditas bawang merah yang menjadi salah satu andalan pertanian dari desa tersebut.

Sebagai daerah yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, khususnya bawang merah, masyarakat Desa Sana Tengah menghadapi sejumlah tantangan dalam mempertahankan produktivitas yang optimal. Salah satu masalah utama yang terdapat di desa ini adalah keterbatasan sistem irigasi yang masih menggunakan metode konvensional/penyiraman dengan menggunakan tenaga manusia.

Metode penyiraman yang bergantung pada tenaga kerja manual ini seringkali tidak efisien dan tidak merata, menyebabkan pemborosan air dan kurangnya kelembapan yang merata di seluruh lahan. Akibatnya, hasil panen bawang merah pun tidak maksimal.

Mahasiswa KKN-T UTM 2025 melihat adanya peluang besar untuk meningkatkan efisiensi pertanian di desa tersebut melalui teknologi tepat guna. Salah satunya adalah dengan menerapkan sistem penyiraman sprinkle, yang dikenal lebih hemat air, lebih efisien, dan ramah lingkungan.

Penyiraman dengan teknologi sprinkle menggunakan sistem pipa dan nozzle yang mampu menyemprotkan air secara merata ke seluruh permukaan lahan seperti hujan buatan.

Sistem ini tidak hanya menghemat air tetapi juga memungkinkan petani untuk mengontrol volume dan intensitas penyiraman sesuai dengan kebutuhan tanaman, terutama pada bawang merah yang memerlukan kelembapan tanah yang cukup selama masa pertumbuhannya.

M. Nasiruddin yang merupakan salah satu petani bawang merah di Desa Sana Tengah mengatakan, “dengan adanya teknologi sprinkle petani merasa sangat terbantu, karna sudah tidak menggunakan tenaga manual lagi”

Menurut salah satu mahasiswa UTM yang terlibat dalam program KKN-T, khususnya koordinator kelompok, Ach Muzammil menyatakan “Dengan menggunakan sistem irigasi sprinkle, air dapat disalurkan lebih merata ke seluruh bagian lahan pertanian.

Hal ini memungkinkan petani untuk mengoptimalkan penggunaan air, yang sangat penting mengingat cuaca seperti saat ini yang sering kali tidak menentu.”

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img