kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Menghadirkan Suasana Belajar yang Penuh Semangat, Seru, dan Santai Sebagai Langkah Meraih Masa Depan Cemerlang

POJOKSURAMADU.COM – BANGKALAN, Senyum ceria dan semangat belajar yang membara jelas terpancar dari wajah polos anak-anak di Desa Planggiran, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan. Pemandangan penuh antusiasme ini mewarnai serangkaian kegiatan edukatif yang diselenggarakan dengan apik oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Tak hanya fokus pada ilmu pengetahuan umum, KKN kali ini juga memperkaya dengan sentuhan rohani, memastikan anak-anak mendapatkan bekal lengkap untuk masa depan.

Program KKN yang inovatif ini merupakan salah satu inisiatif unggulan mahasiswa UTM dalam memberikan kontribusi nyata untuk peningkatan kualitas pendidikan di daerah pelosok. Mereka menyadari bahwa akses dan metode pembelajaran yang menarik seringkali menjadi tantangan di luar kota besar. Dengan visi untuk mengatasi hal tersebut, para mahasiswa ini merancang pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini berlangsung di rumah kepala desa, disesuaikan secara cermat dengan kelompok usia, tingkatan kelas, dan tingkat pemahaman masing-masing anak, memastikan setiap sesi pembelajaran terasa relevan dan efektif bagi mereka. Serangkaian program ini dilaksanakan secara konsisten mulai dari hari Rabu, 2 Juli 2025, hingga Kamis, 10 Juli 2025.

Untuk bidang akademik, program “Teaching English and Math” dijadwalkan dua kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Rabu dan Kamis. Mahasiswa KKN, Naval dan Salsa, yang bertanggung jawab penuh dalam sesi Bahasa Inggris, menjelaskan pendekatan segar yang mereka gunakan. “Kami mencoba membuat belajar bahasa Inggris jadi tidak membosankan. Kami percaya bahwa lingkungan belajar yang santai dan penuh kreativitas akan lebih efektif,” ujar Naval. Salsa menambahkan, “Kami menggunakan lagu, permainan, dan cerita bergambar agar anak-anak lebih mudah menyerap kosakata baru dan terbiasa mendengar bahasa Inggris dalam konteks yang menyenangkan.” Pendekatan ini terbukti efektif; anak-anak terlihat asyik menyanyikan lagu-lagu sederhana, tertawa saat bermain tebak kata, dan terpaku pada cerita bergambar yang disajikan. Proses belajar pun berlangsung tanpa tekanan, justru dipenuhi gelak tawa dan keceriaan.

Baca juga : Sinergi Mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur Kelompok 75 dan UMKM Kalirungkut: Dari Survei Door To Door Menuju Sosialisasi Solusi Nyata

Tak kalah seru, sesi Matematika juga dikemas dengan cara yang sangat menarik dan membumi. Anita dan Mahen, sebagai penanggung jawab sesi Matematika, berbagi strategi mereka. “Banyak anak yang masih takut dengan angka dan rumus. Kami mencoba menghilangkan ketakutan itu dengan soal-soal yang dikaitkan langsung dengan kehidupan sehari-hari mereka,” kata Anita. Mahen menambahkan, “Misalnya, kami meminta mereka menghitung jumlah buah yang ada di kebun tetangga, atau berapa banyak kelereng yang bisa mereka dapatkan jika menukarnya dengan teman. Kami juga sering bermain tebak-tebakan angka atau logika untuk menumbuhkan semangat belajar matematika tanpa mereka sadari.” Pendekatan ini mengubah matematika dari momok menakutkan menjadi tantangan seru yang memicu rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis anak-anak.

Selain fokus pada pendidikan umum, mahasiswa KKN 10 UTM juga menyadari pentingnya pendidikan karakter dan agama. Oleh karena itu, mereka juga menyelenggarakan sesimengaji yang diadakan secara rutin setelah sholat maghrib. Kegiatan ini berpusat di musholla setempat dan diikuti oleh anak-anak dengan penuh kekhusyukan. “Pendidikan tidak hanya tentang ilmu dunia, tapi juga tentang akhlak dan ilmu agama,” ujar Rara selaku penanggungjawab program ini. Dalam sesi mengaji ini, para mahasiswa membantu anak-anak melancarkan bacaan Al-Qur’an, memperkenalkan tajwid dasar, serta memberikan pemahaman singkat tentang kisah-kisah teladan dalam Islam. Suasana khidmat namun tetap interaktif tercipta, di mana anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga memahami nilai-nilai moral dan spiritual yang terkandung di dalamnya. Kegiatan mengaji ini mendapatkan sambutan hangat dari orang tua dan tokoh masyarakat, yang melihatnya sebagai upaya positif untuk membina generasi muda berkarakter baik.

Respon dari anak-anak Desa Planggiran sangatlah positif dan menggembirakan. Mereka tidak hanya pasif mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya, mencoba menjawab soal-soal, dan tidak sungkan untuk berinteraksi serta bercanda dengan para mahasiswa, baik di sesi akademik maupun mengaji. Suasana belajar menjadi hidup dan dinamis, jauh dari kesan kaku layaknya ruang kelas formal. Salah satu peserta, Siska (10 tahun), mengungkapkan kegembiraannya dengan mata berbinar. “Seru sekali, Kakak-kakaknya baik. Jadi bisa kenal banyak kata baru, belajar matematika dengan menyenangkan, dan jadi lancar mengaji juga,” katanya dengan penuh semangat, menunjukkan bahwa metode yang diterapkan mahasiswa KKN ini benar-benar berhasil menyentuh hati dan pikiran anak-anak.

Melalui program terpadu ini, Mahasiswa KKN 10 UTM tidak hanya berbagi ilmu pengetahuan semata. Lebih dari itu, mereka juga berhasil menanamkan cinta belajar dan optimisme yang tak ternilai harganya bagi generasi muda Desa Planggiran, baik dari segi akademik maupun spiritual. Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan penting yang menghubungkan anak-anak dengan impian dan cita-cita yang lebih tinggi, membuka wawasan mereka tentang potensi tak terbatas yang bisa diraih melalui pendidikan. Semangat para mahasiswa KKN ini patut diacungi jempol, karena mereka telah membuktikan bahwa dengan inovasi dan dedikasi, pendidikan berkualitas dapat menjangkau pelosok negeri, mengubah ketakutan menjadi keberanian, menumbuhkan harapan, serta memperkuat fondasi agama di hati setiap anak. Program ini menjadi bukti nyata bahwa peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat mampu menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img