Bangkalan, 3 November 2025 — Dalam rangka mendukung pengembangan kreativitas dan jiwa kewirausahaan mahasiswa, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui Unit Penunjang Akademik – Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPAPKK) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Inovasi Camilan Sehat bagi Mahasiswa untuk Meningkatkan Pola Konsumsi Gizi.”
Acara ini merupakan bagian dari program MBKM Youthpreneur Impact Academy, yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkreasi, berinovasi, dan mengembangkan usaha berbasis potensi lokal di wilayah Madura.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi ini diselenggarakan pada Senin, 3 November 2025 di Laboratorium Sistem Informasi Pendidikan, Kampus Universitas Trunojoyo Madura, Jl. Raya Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Acara ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas yang memiliki minat dalam bidang kewirausahaan, gizi, dan teknologi pangan.
Program ini menghadirkan mahasiswa pelaksana MBKM beserta anggota PT. Silverbite, sebuah startup di bidang camilan sehat yang berfokus pada pengolahan bahan pangan alami dan bernilai gizi tinggi. PT. Silverbite menjadi mitra utama dalam kegiatan ini karena kiprahnya yang konsisten dalam mengembangkan produk cookies daun kelor berbahan dasar tepung oat dan pemanis alami stevia. Produk ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama di wilayah Kamal dan sekitarnya, yang memiliki sumber daya alam melimpah serta komunitas mahasiswa yang aktif dan kreatif.
Baca juga : Mahasiswa KKNT UTM Mengembangkan Melon Unggul di Lahan Kering Madura
Dalam sambutannya, perwakilan UPAPKK Universitas Trunojoyo Madura menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi mengenai manfaat daun kelor, tetapi juga menanamkan nilai kewirausahaan digital.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat inovasi mahasiswa agar mampu melihat potensi bahan lokal seperti daun kelor sebagai peluang usaha yang bernilai ekonomi tinggi, sekaligus mendukung pola hidup sehat di kalangan generasi muda,” ujar salah satu dosen pendamping kegiatan.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai kandungan gizi dan manfaat daun kelor yang kaya akan zat besi, kalsium, vitamin C, serta antioksidan alami. Pemateri menjelaskan bahwa daun kelor telah lama dikenal sebagai “superfood” karena manfaatnya yang beragam bagi kesehatan, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga metabolisme, serta membantu pencegahan penyakit degeneratif.
Setelah sesi edukasi, peserta diajak mengenal lebih dekat proses pembuatan cookies daun kelor dengan campuran oat dan stevia. Dalam sesi demonstrasi tersebut, anggota PT. Silverbite menunjukkan cara pengolahan bahan yang higienis, ramah lingkungan, dan rendah kalori.
Paduan tepung oat sebagai sumber serat, bubuk daun kelor sebagai sumber vitamin, serta stevia sebagai pemanis alami tanpa gula, menjadikan produk ini alternatif camilan sehat bagi mahasiswa yang ingin menjaga pola makan tanpa mengorbankan cita rasa.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait peluang usaha camilan sehat di era digital. Para mahasiswa juga diberi wawasan mengenai digitalisasi usaha kecil menengah (UMKM), meliputi strategi pemasaran online, branding produk, hingga pengelolaan bisnis berbasis platform digital.
Diharapkan setelah kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami pentingnya gizi seimbang, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan produk pangan inovatif berbasis teknologi.
Perwakilan dari PT. Silverbite, selaku mitra kegiatan, menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus menggandeng mahasiswa dan kampus dalam mengembangkan potensi lokal Madura.
“Kami percaya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dapat menciptakan generasi muda yang mandiri, inovatif, serta berdaya saing tinggi. Produk cookies daun kelor ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan gaya hidup sehat sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” ujar salah satu perwakilan startup.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi refleksi dan pembagian sampel produk kepada para peserta. Banyak mahasiswa mengaku mendapatkan wawasan baru tentang manfaat daun kelor dan pentingnya inovasi dalam dunia kuliner modern.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara program MBKM, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan solusi nyata berbasis potensi daerah.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura semakin terinspirasi untuk berinovasi, berwirausaha, dan turut berkontribusi dalam peningkatan gizi masyarakat melalui olahan pangan lokal yang sehat dan berkelanjutan.


