Pojoksuramadu.com – Pada hari Kamis tanggal 22 Januari 2026, pemerintah AS melalui Presiden AS yakni Donald Trump mengumumkan rencana pembangunan “New Gaza”. Sebagaimana dilansir laman bbc.com, 22/01/2026, ia mempresentasikan proyek New Gaza selama acara penandatanganan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza.
Dalam proyek tersebut, direncanakan ada pembangunan wilayah Palestina yang hancur mulai dari nol. Disana akan dibangun puluhan Gedung pencakar langit di sepanjang pantai dan bekas perumahan kawasan Rafah yang kini telah hancur parah.
New Gaza adalah gagasan yang terlahir dari negosiasi kedaulatan dan batas wilayah. Jared Kushner yang dikenal luas sebagai figur yang berada di persimpangan bisnis, politik, dan diplomasi juga merupakan pengusaha real estat sekaligus penasihat dekat dan menantu Donald Trump membawa cara pandang yang tidak lazim dalam isu perdamaian (mediaindonesia.com, 22/01/2026).
Alih-alih memulai dari negosiasi kedaulatan dan batas wilayah, Kushner menempatkan pembangunan ekonomi sebagai titik awal. New Gaza kemudian menjadi sebuah visi rekonstruksi berskala besar yang salah satu simbol utamanya adalah rencana pembangunan 180 gedung tinggi di kawasan pesisir Gaza.
Sementara itu, kondisi terkini di Gaza, warga masih tersebar di berbagai pengungsian, termasuk di Jabalia, Jalur utara Gaza. Israel masih melancarkan aksinya menyerang walau ada gencatan senjata dan telah menewaskan 477 warga dalam tiga bulan terakhir ini. Adapun warga yang kekurangan tempat tinggal mencapai 1 juta orang dan 1,6 juta orang menghadapi kelaparan.
Siasat Jahat Berbalut Kata-kata Manis
Apa yang sedang dilakukan AS dan Israel dalam pembentukan Dewan Perdamaian Gaza dan proyek Pembangunan Gaza adalah ambisi besar mereka untuk memegang kendali sepenuhnya terhadap Gaza.
Dari namanya nampak bagus, seakan membawa kedamaian dan menyudahi penderitaan warga Gaza. Padahal sejatinya itu adalah tipu daya, siasat jahat berbalut kata manis untuk menghilangkan semua jejak genosida yang telah mereka lakukan dengan begitu membabi buta.
AS dengan kepercayaan dirinya membentuk Dewan Perdamaian Gaza (DPG) disamping membiarkan Dewan Keamanan PBB menunjukkan upayanya menarik simpati para penguasa negeri muslim. Dengan kata-kata manis Trump, ia mengatakan bahwa ia adalah penggemar berat PBB karena memiliki potensi yang besar namun menurutnya PBB tidak bisa menghentikan peperangan yang ada. Lantas, ia membentuk DPG itu untuk menyelesaikannya.
Dengan DPG , ia akan merangkul negeri-negeri muslim bergabung sehingga AS memiliki posisi yang kuat untuk mengendalikan sikap politik penguasa negeri muslim dibawah kendali politik internasional AS. Pada akhirnya, akan jelas dibaca dunia bahwa DPG adalah siasat jahat AS semata untuk menguasai Gaza secara total.
Penyatuan Pergerakan Umat Islam
Wahai umat Islam, sesungguhnya tanah di wilayah Gaza dan Palestina adalah milik umat Islam yang dibebaskan pertama kali oleh Umar bin Khattab kemudian dirampas oleh zionis Israel. Saat itu, kaum muslim terus berjuang untuk membebaskan kembali.
Dengan semangat jihad yang dilandasi keimanan terhadap Allah dan Rasul-Nya, Shalahuddin Al-Ayyubbi beserta pasukannya berhasil menjadikannya dipangkuan kaum muslim. Zionis Israel terus mencari cara untuk mendapatkannya sampai masa Khalifah Abdul Hamid II , mereka gagal karena keteguhan sang khalifah untuk tidak memberikan segenggam tanahpun di bumi para nabi itu.
Kini, saat khilafah tiada zionis Israel melenggang dengan begitu kejamnya merampas tanah milik umat Islam itu. Upaya kekerasan fisik juga cara diplomatik mereka lakukan walau dunia mengutuknya.
Allah SWT dalam firmanNya melarang dengan tegas umat Islam untuk tunduk patuh terhadap segala arahan maupun kebijakan dari kaum kafir harbi fi’lan seperti AS dan zionis Israel.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia” (QS. Al Mumtahanah : 1)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu. Sebagian mereka adalah pemimpin bagi yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. Al Ma-idah : 51)
Rasulullah pun mencontohkan untuk menjaga wibawa , waspada dan tegas terhadap berbagai siasat kaum kafir kala itu. Oleh karenanya, umat Islam yang mengaku beriman dan menjadikan Rasulullah teladan, maka tidak boleh bersikap lemah dihadapan mereka.
Seluruh umat Islam wajib melawan semua siasat jahat AS dan Israel untuk mengendalikan Gaza. Pembentukan dewan keamanan Gaza maupun proyek Pembangunan New Gaza sangat jelas memberikan jalan bagi mereka untuk mengatur sepenuhnya wilayah Gaza dan Palestina nantinya dengan cara yang licik.
Umat Islam sangat urgen untuk memiliki wawasan politik internasional yang obyektif dengan kaca mata politik Islam. Kesatuan pergerakan kekuatan umat Islam butuh untuk segera dilakukan untuk mengakhiri kejahatan mereka. Penegakan khilafah dan jihad wajib menjadi prioritas perjuangan umat bersama partai politik Islam ideologis.
Penguasa dunia Islam hari ini memikul tanggungjawab besar untuk menyelamatkan tanah Palestina dengan tidak sedikitpun memberikan loyalitas pada negara kafir. Keberanian mengatakan tidak untuk mendukung segala bentuk siasat negara kafir adalah tolok ukur seberapa loyal penguasa dunia Islam terhadap Islam dan umat Islam.
Penyatuan suara penegakan Khilafah dan jihad oleh umat Islam dapat menjadi pelecut dan amunisi bagi penguasa dunia Islam untuk kembali mengokohkan kedudukannya demi meneruskan perjuangan para nabi , sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in, para khalifah yang mukhlish untuk membebaskan bumi Palestina. Semoga dalam waktu dekat tanah Palestina kembali pada pangkuan Islam dan umat Islam. Aamin. Allahu Akbar. [Penulis : Naila]


