kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Pembuatan Papan Nama Jalan oleh KKN Kelompok 34: Wujud Nyata Kepedulian Mahasiswa dalam Meningkatkan Akses Informasi dan Navigasi di Desa Banuaju Barat

Desa sebagai unit terkecil dalam struktur pemerintahan memiliki peran vital dalam mendukung keberlangsungan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam konteks pembangunan daerah, desa memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi wilayah yang mandiri dan maju, apabila ditunjang dengan infrastruktur yang memadai dan partisipasi aktif dari masyarakat maupun pihak eksternal.

Salah satu bentuk infrastruktur dasar yang seringkali luput dari perhatian namun memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat adalah papan nama jalan. Identitas jalan yang jelas sangat membantu dalam banyak aspek, seperti pengiriman barang, pelayanan kesehatan, mobilitas warga, dan kunjungan dari pihak luar.

Berangkat dari pemikiran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 34 melaksanakan sebuah program kerja unggulan di Desa Banuaju Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, yakni pembuatan papan nama jalan.

Program ini tidak hanya bertujuan sebagai bentuk pelengkap estetika desa, tetapi lebih dari itu, sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun desa dari sisi akses informasi, navigasi, dan tata ruang desa yang lebih terstruktur.

Desa Banuaju Barat merupakan salah satu desa yang cukup luas dengan permukiman yang tersebar dan banyak memiliki gang atau jalan kecil yang belum memiliki nama maupun penanda. Hal ini sering menyulitkan warga maupun tamu dari luar desa dalam menemukan lokasi tertentu, terutama di saat situasi darurat atau saat ada kegiatan pelayanan publik seperti vaksinasi, pengiriman bantuan, atau survei wilayah.

Tidak adanya penanda jalan juga menyebabkan informasi administratif menjadi kurang tertib dan menyulitkan pendataan wilayah oleh pemerintah desa. Oleh karena itu, KKN Kelompok 34 memutuskan untuk menjadikan pembuatan papan nama jalan sebagai salah satu program kerja prioritas yang membawa dampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Proses pelaksanaan program ini dimulai dengan kegiatan observasi lapangan. Mahasiswa melakukan survei langsung ke berbagai titik di desa untuk mendata jalan-jalan atau gang-gang yang belum memiliki papan nama.

Dalam proses ini, mahasiswa juga berdiskusi dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga setempat untuk memperoleh informasi mengenai penamaan jalan yang sesuai dengan sejarah lokal, tokoh adat, maupun ciri khas daerah. Pendekatan partisipatif ini sangat penting agar papan nama yang dibuat benar-benar mencerminkan nilai dan identitas masyarakat setempat. 

Setelah melalui proses diskusi dan pemetaan, tim KKN mulai merancang desain papan nama jalan. Desain disesuaikan dengan kondisi lingkungan desa, mempertimbangkan daya tahan terhadap cuaca, dan keterbacaan dari kejauhan.

Papan dibuat menggunakan bahan dasar kayu berkualitas yang kuat, serta tiang dari besi ringan yang tahan terhadap karat. Warna dan bentuk papan juga dibuat seragam agar terlihat rapi dan profesional, dengan latar warna dasar yang kontras terhadap teks, sehingga mudah dibaca siang maupun malam hari.

Secara keseluruhan, tim KKN Kelompok 34 berhasil membuat dan memasang lebih dari 12 papan nama jalan yang tersebar di beberapa titik strategis desa, seperti jalan utama, gang pemukiman padat, akses ke fasilitas umum, serta persimpangan yang sering dilalui kendaraan atau masyarakat umum. Setiap papan nama ditempatkan pada lokasi yang mudah terlihat dan tidak mengganggu aktivitas warga maupun lalu lintas kendaraan.

Untuk memastikan keberlanjutan program, mahasiswa juga memberikan edukasi ringan kepada warga agar papan nama tersebut dijaga kebersihannya dan dilindungi dari kerusakan.

Meskipun program ini relatif sederhana, namun maknanya sangat besar. Ini menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak selalu harus dimulai dari hal-hal besar atau anggaran besar, tetapi bisa juga dari tindakan kecil yang berdampak luas. Selain itu, program ini juga menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan karya nyata yang berguna dan berkelanjutan.

Tentu saja dalam pelaksanaan program ini terdapat tantangan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan dana. Karena jumlah papan yang dibutuhkan cukup banyak, maka mahasiswa harus melakukan efisiensi dalam pengadaan bahan. Tim juga mengatasi hal ini dengan mencari alternatif bahan lokal dan memaksimalkan tenaga kerja dari lingkungan sekitar.

Koordinasi yang intensif dengan pemerintah desa juga diperlukan agar seluruh proses berjalan lancar dan sesuai prosedur. Program kerja pembuatan papan nama jalan oleh KKN Kelompok 34 merupakan wujud nyata dari kepedulian generasi muda terhadap pembangunan desa yang berkelanjutan.

Mahasiswa tidak hanya hadir untuk belajar dari masyarakat, tetapi juga membawa manfaat nyata yang bisa dirasakan langsung oleh warga desa. Program ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari hal sederhana, namun apabila dilakukan dengan tulus, melibatkan masyarakat, dan berorientasi jangka panjang, maka dampaknya akan sangat besar bagi kemajuan desa.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img