Kwanyar, 19 November 2025 – Halaman SDI Al Aziziyah Morombuh Kwanyar berubah menjadi laboratorium alam yang edukatif. Para siswa dengan antusias mengikuti kegiatan praktik penanaman hidroponik sederhana. Acara ini merupakan inisiatif sukses yang diselenggarakan oleh anggota Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bersama para siswa. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran akan pertanian berkelanjutan, mengasah keterampilan inovasi, dan mengajarkan cara memanfaatkan limbah plastik, khususnya botol dan gelas air mineral bekas, menjadi media tanam produktif.
Di tengah isu lingkungan dan pentingnya ketahanan pangan, kegiatan ini mengajak siswa untuk praktik langsung bagaimana menanam tanpa menggunakan tanah (hidroponik) dan menggantinya dengan media tanam yang mudah didapatkan, yaitu gabus atau styrofoam. Peserta diajarkan teknik dasar perakitan sistem, mulai dari pemotongan botol/gelas bekas, penyiapan sumbu, hingga cara membuat larutan nutrisi sederhana, dengan fokus khusus pada cara memanfaatkan limbah plastik sebagai pot penanaman.
Para siswa menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Mereka aktif dalam sesi diskusi mengenai siklus air, nutrisi tanaman, dan cara kerja sistem sumbu (wick system). Diskusi pun berlangsung hidup mengenai jenis sayuran apa saja yang paling cocok untuk ditanam menggunakan metode ini di pekarangan rumah.
Achmad Yahya Adi Darma, sebagai anggota KKNT UTM, menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari program edukasi lingkungan dan ketahanan pangan. “Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menerapkan praktik ramah lingkungan. Mengubah sampah plastik menjadi media tanam hidroponik adalah solusi konkret untuk itu,” ungkap Achmad Yahya Adi Darma.
Kepala SDI Al Aziziyah Morombuh Kwanyar, Ibu Ummu Kulsum, S.Pd.I., Gr., menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Beliau menekankan pentingnya menyeimbangkan kecerdasan akademis dengan kecerdasan aplikatif dan kepedulian lingkungan.
“Kami sangat bangga melihat semangat siswa dalam berinovasi. Kami berharap pelatihan ini menjadi awal bagi lahirnya generasi muda yang sadar lingkungan, kreatif, dan mampu menciptakan solusi untuk tantangan pangan di masa depan. Ini adalah cara kami membentuk karakter yang peduli bumi dan inovatif sejak dini,” jelas Ibu Ummu Kulsum.
Dengan bekal keterampilan baru ini, diharapkan para siswa SDI Al Aziziyah Morombuh Kwanyar dapat terus mengembangkan sistem tanam hidroponik di lingkungan rumah, sekolah, maupun pesantren mereka dan menjadikan limbah plastik sebagai sumber daya yang bermanfaat.


