Bangkalan, 6 November 2025 — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama RI dalam rangka pengembangan dan pelaksanaan Lembaga Pelatihan Jaminan Produk Halal (LPJPH) di lingkungan universitas.
Penandatanganan PKS ini dilaksanakan pada Kamis, 6 November 2025, bersamaan dengan kegiatan pencanangan Zona Khas (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di Kampus Universitas Trunojoyo Madura, Kabupaten Bangkalan. Acara dihadiri oleh Rektor Universitas Trunojoyo Madura, perwakilan BPJPH Deputi kemitraan dan standarisasi halal, Wakil Bupati Bangkalan, dinas terkait , civitas akademika UTM serta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) penerima sertifikat halal reguler.
Rektor Universitas Trunojoyo Madura dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran kampus sebagai lembaga pendidikan yang aktif mendukung ekosistem halal nasional, khususnya di Pulau Madura.
“Kita sudah punya cukup banyak tim auditor halal dan penyelia. Maka dengan MOU Bersama BPJBH ini, UTM akan segera untuk merekrut dan melatih SDM-SDM halal menjadi penyelia halal, auditor halal, huru sembelih halal, sdm syariah dalam rangka akselerasi sertifikasi halal khususnya di Pulau Madura,” ujar Rektor.
Sebelum penandatanganan PKS, Lembaga Pelatihan Jaminan Produk Halal UTM telah melalui proses asesmen dan verifikasi lapangan oleh BPJPH untuk memastikan kelayakan dan kesiapan dalam menyelenggarakan pelatihan jaminan produk halal. Hasil verifikasi tersebut menjadi dasar penetapan kerja sama resmi antara kedua lembaga.
Perjanjian kerja sama ini mencakup penyelenggaraan pelatihan Pelatihan auditor halal, Pelatihan penyelia halal, Pelatihan juru sembelih halal, Pelatihan sumber daya manusia (SDM) bidang syariah dan/atau Dewan Syariah/Dewan Fatwa, Pelatihan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) dan/atau kegiatan pelatihan lain terkait jaminan produk halal, Pemanfaatan jaringan kemitraan yang dimiliki dalam melakukan penyelenggaraan pelatihan tentang jaminan produk halal; dan Pemanfaatan media publik dan media informasi dalam rangka mempercepat penyelenggaraan pelatihan jaminan produk halal.
Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga dirangkaikan dengan pencanangan Zona Khas (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun kawasan kuliner yang menjunjung nilai kehalalan dan keamanan pangan. Zona ini diharapkan menjadi model bagi pengembangan kuliner halal di wilayah Madura.
Dengan adanya kerja sama ini, Universitas Trunojoyo Madura menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem halal yang kuat di tingkat daerah. Upaya ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan daya saing UMKM serta menjadikan Madura sebagai salah satu pusat pengembangan ekosistem halal di jawa Timur.


