POJOKSURAMADU.COM, Pamekasan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura,Jawa Timur mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk membenahi sejumlah fasilitas di Pasar Pakong, Jumat (28/02/2020).
Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Achmadi, mengatakan, sejumlah bangunan kios di pasar pakong sudah mulai rusak. Padahal, saat ini pasar tersebut belum resmi dioperasikan.
“Anggarannya lumayan fantastis sebesar 14 Miliar, tapi tak sesuai harapan karena kiosnya sudah rusak,” terangnya saat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah kios.
Selain itu, pihaknya juga menyayangkan banyaknya tumpukan sampah yang berserakan di dalam maupun di luar kios. Ia pun mendesak agar dinas terkait segera turun tangan untuk menindak lanjuti hal tersebut.
“Belum ditempati saja sudah banyak sampah berserakan, jadi eksekutif jangan tutup mata lah,” terangnya.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan itu menambahkan, saat ini pasar pakong membutuhkan 600 kios untuk menampung sejumlah pedagang. Sementara yang tersedia saat ini hanya 400 kios saja.
“Kami sarankan ada penambahan 300 kios lagi untuk memampung para pedagang yang belum terdaftar,” tutupnya.
Kepala Pasar Pakong, Ismail, mengaku, kurangnya jumlah kios saat ini menjadi alasan belum diserahkannya kios kepada para pedagang yang sudah mendaftar. Ia mengaku jika pasar pakong akan dioperasikan pada awal maret mendatang.
“Semuanya bergantung pada Dinas terkait, kalau kami kan hanya bawahan,” ungkapnya. (sib/ah)