POJOKSURAMADU.COM, Pamekasan – Komandan Kodim (Dandim) 0826/Pamekasan, Letkol Inf Tedjo Baskoro mengajak seluruh wartawan untuk menyajikan berita edukatif kepada masyarakat, Rabu, (23/09/2020).
Pria yang akrab disapa Pak De Tedjo itu menjelaskan media massa serta wartawan mempunyai peranan penting dalam menarasikan wacana kepada khalayak ramai. Sehingga, situasi Kamtibmas bisa berjalan aman dan Kondusif.
“Para wartawan dan rekan rekan pers ini sebagai salah satu mitra instansi Kodim 0826 dalam mengedukasi masyarakat, khususnya di masa pandemi covid-19,” terangnya, saat silaturrahmi bersama wartawan dan komponen masyarakat di Makodim.
Dalam silaturrahmi itu, Pakde Tedjo juga memaparkan soal upaya menghidupkan sektor ekonomi dengan rencana pembukaan pasar malam. Menurutnya, pasar malam yang sudah menjadi budaya tahunan dinilai akan mampu mengangkat sektor ekonomi.
“Ini upaya kita meminta pendapat dari masyarakat dan awak media, kira kira seperti apa konsepnya,” terangnya.
Untuk rencana awal, kata Pakde Tedjo, pasar malam yang akan dibuka nantinya akan melalui beberapa mekanisme yang sesuai dengan prokes covid-19, serta sebagai percontohan terhadap pasar pasar tradisional di Kabupaten Pamekasan.
Diantara aturan yang nanti akan diterapkan pemberian jarak bagi setiap lapak sehingga tidak ada pengunjung yang berdesakan. Jika pada tahun lalu ada 400-500 lapak, maka tahun ini pihaknya hanya akan mengizinkan 200-250 lapak saja.
“Para pedangang atau pemilik lapak harus menyetorkan hasil rapid test sedang para pengunjung wajib taati prokes covid-19,” ujarnya.
“Namun yang terpenting adalah, kami ingin jalin kemitraan dengan segenap rekan pers dalam menangkal berita hoax dan mengedukasi masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Ketua PWI Pamekasan, Abd Aziz mendukung langkah Kodim 0826 Pamekasan terkait rencana pembukaan pasar malam tersebut. Bahkan, Ia meminta agar Pakde Tedjo bisa menemui Bupati dan Gubernur Jatim untuk memaparkan konsep pasar percontohan yang menaati prokes covid-19.
“Hal ini langkah bagus dan bisa dijadikan sebagai kampanye penerapan protokol kesehatan pasar tradisional,” terangnya. (Hasibuddin)