kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Mahasiswa KKN Kelompok 21 Gelar Penyuluhan Pembuatan Pupuk Kompos untuk Petani di Desa Bajur, Waru, Pamekasan

Pamekasan, 4 Juli 2025 – Dalam rangka mendukung program pemberdayaan masyarakat desa dan penguatan pertanian berkelanjutan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 21 menggelar kegiatan penyuluhan pertanian dengan judul “Optimalisasi Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos: Alternatif Ramah Lingkungan dan Ekonomis”.

Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Klerker, Desa Bajur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, yang diikuti oleh para anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa  Bajur.

Penyuluhan ini menjadi salah satu program kerja utama mahasiswa KKN dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas hasil pertanian melalui pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kompos.

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama para petani yang selama ini masih bergantung pada pupuk kimia buatan.

Penyuluhan dilakukan untuk memaparkan kegunaan dari pupuk kompos bagi tanaman seperti meningkatkan hasil panen dan ketahanan tanaman, mempercepat pembentukan tanah yang stabil, menyuburkan tanah secara biologis maupun kimia, mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia, mengurangi bau dan pencemaran, menghemat pengolahan limbah rumah tangga, mendorong praktik ramah lingkungan.

Pembuatan pupuk kompos organik menggunakan beberapa bahan seperti EM4 (Effective Microorganisme-4) merupakan larutan yang mengandung campuran mikroorganisme menguntungkan yang berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik. Kimia, dan biologi tanah serta membantu proses dekomposisi bahan organik. Bahan lain yang digunakan dalam pembuatan pupuk kompos organik berupa tanah, molase, dan juga air sebanyak 1 liter.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 4 Juli 2025 ini dimulai pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 14.30 WIB yang diawali dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa KKN, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.

Ketua Kelompok KKN 21 dalam menyampaikan sambutannya mengenai potensi yang sangat besar di Desa Bajur terkait pertanian khususnya pada komoditi tembakau dengan harapan ilmu dari workshop ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

Penyuluhan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang jenis-jenis bahan organik yang dapat digunakan untuk pembuatan kompos, seperti sisa sayuran, dedaunan kering, jerami, kotoran ternak, serta cara memadukan bahan-bahan tersebut agar menghasilkan kompos yang berkualitas. Mahasiswa juga menjelaskan prinsip dasar dalam proses dekomposisi serta manfaat mikroorganisme dalam mempercepat penguraian bahan organik.

KKN UTM 21
KKN UTM 21

Kegiatan ini tidak hanya membahas mengenai teori melainkan juga disertai dengan praktik langsung di lapangan. Para peserta diajak membuat pupuk kompos menggunakan metode sederhana, seperti sistem tumpuk. Praktik ini disambut dengan antusias oleh para petani yang ingin langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh.

Salah satu peserta, Bapak Qomaruddin selaku anggota Gapoktan setempat, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa petani juga butuh terkait pembuatan pupuk kompos organik yang dapat menunjang kegiatan pertanian di Desa Bajur.

Perangkat Desa Bajur yang hadir dalam kegiatan ini juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa, terutama dalam mendukung pertanian yang ramah lingkungan dan ekonomis.

“Kami sangat terbuka dengan kegiatan semacam ini karena langsung menyentuh kebutuhan petani,” ujar salah satu staf desa.

KKN UTM 21
KKN UTM 21

Penyuluhan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para petani dapat berkonsultasi langsung dengan mahasiswa mengenai tantangan yang mereka hadapi di lapangan.

Mahasiswa juga memberikan brosur berisi panduan langkah-langkah pembuatan kompos yang mudah dipahami dan dapat digunakan sebagai referensi saat praktik mandiri di rumah atau lahan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 21 berharap dapat meninggalkan kontribusi nyata bagi masyarakat Dusun Klerker, Desa Bajur khususnya dalam hal peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam bidang pertanian organik.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan lebih mandiri dalam pengelolaan pertaniannya.

Pemberdayaan petani melalui edukasi dan pelatihan langsung seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun desa yang tangguh dan berkelanjutan.

Semangat gotong royong dan keinginan untuk belajar, mahasiswa maupun masyarakat diharapakan dapat mewujudkan pertanian yang lebih sehat, hemat, dan ramah lingkungan.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img