PAMEKASAN – Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen dan Mahasiswa MBKM KKNT (Kuliah Kerja Nyata Tematik) Membangun Desa Universitas Trunojoyo Madura melaksanakan program kerja dengan tema “Pembinaan Generasi PEKA (Peduli, Edukatif, Kreatif, dan Aplikatif) melalui program bank sampah dan sosialisasi edukasi prilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan MI Nurul Ulum II Teja Barat Pamekasan”. Adanya program ini, diharapkan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi siswa maupun pihak lainnya di sekolah.

Setiap hari, lingkungan menghasilkan banyak sampah dari sisa makanan, plastik, kertas, dan lainnya. Di Indonesia saja, jumlah sampah yang tercatat mencapai puluhan juta ton setiap tahun. Tapi sayangnya, hanya sebagian kecil saja yang dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Banyak yang masih di buang begitu saja atau bahkan tidak dipakai kembali.
Jika sampah-sampah tersebut tidak di buang dengan benar, misalnya dibiarkan berserakan atau dibuang sembarangan maka ruang kelas, lorong, dan lapangan sekolah bisa menjadi cepat kotor. Oleh karena itu, sangat perlu untuk membentuk kepedulian lingkungan dan kepedulian terhadap sampah-sampah kepada anak sejak dini terkait pemanfaatan sampah yang ada di sekitar lingkungan sekolah.
Dengan demikian, mahasiswa KKNT (Kuliah Kerja Nyata Tematik) Universitas Trunojoyo Madura bersama Dosen Pembimbing Lapangan memanfaatkan kembali barang bekas yang ada di sekolah MI Nurul Ulum II Teja Barat Pamekasan yaitu rak buku yang sudah lama terbengkalai untuk dijadikan sebagai sebuah program berupa bank sampah yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh siswa dan pihak sekolah tersebut.
Kegiatan pembuatan bank sampah dilakukan mulai tanggal 10 Oktober 2025-22Oktober 2025. Pembuatan bank sampah ini juga di dukung oleh kepala sekolah MI Nurul Ulum II Teja Barat Pamekasan.
Program bank sampah yang digunakan untuk mengumpulkan botol bekas dari siswa dalam setiap harinya selama berada di lingkungan sekolah, memiliki manfaat yang sangat luas dan mendalam. Dengan menyiapkan tempat pembuangan khusus di sekolah untuk botol-botol bekas, maka sekolah dapat mengurangu tumpukan sampah plastik yang berserakan sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman.
Selanjutnya, botol bekas tersebut dapat dijual kepada pengepul sampah sehingga dapat menghasilkan uang yang kemudian dapat dimanfaatkan olek pihak sekolah untuk kebutuhan-kebutuhan sekolah..
Melalui program bank sampah ini, siswa dapat belajar bahwa aktivitas sederhana yang dilakukan seperti membuat sampah botol yang tepat dapat membawa dampak atau manfaat yang nyata. Dengan demikian, siswa dapat menjaga sekolah tetap bersih dan ikut serta dalam pengelolaan sampah, membangun karakter peduli lingkungan dan tanggung jawab sosial sejak dini.
Hal ini membuat sekolah tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah tapi dapat menumbuhkan budaya bahwa barang bekas tidak usah dibuang begitu saja dan juga menyediakan pengalaman nyata bagi siswa untuk melihat bagaimana tindakan mereka sehari-hari memiliki nilai dan guna.
Sosialisasi Edukasi Perlaku Hidup Bersih (Pelatihan Cuci Tangan, Gosok Gigi, Tanaman Toga, dan Senam Sehat)
Penerapan perilaku hidup bersih bukan hanya tugas individu, tetapi pijakan utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan, melalui sosialisasi yang tepat, maka dapat mendorong perubahan positif. Sosialisasi edukasi perilaku hidup bersih menjadi langkah mutlak untuk menyadarkan masyarakat terutama anak usai dini akan peran aktif mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Oleh karena itu, mahasiswa KKNT (Kuliah Kerja Nyata Tematik) Universitas Trunojoyo Madura bersama Dosen Pembimbing Lapangan melakukan sosialisai edukasi perilaku hidup bersih yang mencakup empat aspek, yaitu 1) pelatihan cuci tangan, 2) pelatihan gosok gigi, 3) tanaman toga, dan 4) senam sehat. Program ini bertujuan untuk melatih siswa dalam melakukan pembiasaan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kegiatan pelatihan cuci tangan, mahasiswa KKNT (Kuliah Kerja Nyata Tematik) Universitas Trunojoyo Madura memberikan demonstrasi enam langkah mencuci tangan yang benar sesuai dengan anjuran Kementrian Kesehatan yang dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2025.
Para siswa diajak untuk memperaktikan langsung menggunakan sabun dan air bersih agar memahami pentingnya mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain, dan setelah dari toilet. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan motorik halus anak, tetapi juga menanamkan kebiasaan sehat sejak dini. Hal ini penting untuk pencegahan penyebaran berbagai penyakit seprti diare, influenza, dan infeksi saluran pernapasan.

Sementara itu, pada pelatihan gosok gigi mahasiswa KKNT (Kuliah Kerja Nyata Tematik) Universitas Trunojoyo Madura memberikan edukasi tentang waktu dan cara menyikat gigi yang tepat, yakni dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur malam.
Kegiatan ini dilakukan pada 18 September 2025 dengan mengajak para siswa untuk mengikuti gerakan menyikat gigi yang benar menggunakan model gigi besar sebagai alat peraga.
Tujuan dari kegiatan pelatihan gosok gigi ini adalah untuk mencegah kerusakan gigi dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mulut, gigi berlubang, bau mulut, dan penyakit gusi.
Dengan membiasakan diri menggosok gigi sejak dini, para siswa akan belajar pentingnya menjaga kebersihan diri, meningkatkan rasa percaya diri karena memiliki nafas segar dan gigi bersih, serta dapat mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan karena mulut yang sehat merupakan awal dari tubuh yang sehat.

Kegiatan penanaman tanaman toga (tanaman obat keluarga) yang dilakukan pada 11 Oktober 2025 ini menjadi momen yang paling menarik bagi siswa. Para siswa diajak untuk mengenal berbagai jenis tanaman toga seperti jahe, kunyit, serai, dan lain-lain yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya belajar tentang manfaat tanaman obat, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan serta kebiasaan menanam sejak usia dini.
Penanaman toga juga bermanfaat dalam mendorong kemandirian dan kreativitas siswa untuk memanfaatkan sumber daya alam di sekitar mereka. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan tapi juga memperkuat kebiasaa hidup sehat dan berkelanjutan sejak dini.

Kegiatan senam sehat dilaksanakan sebagai bentuk penerapan pola hidup aktif dan menjaga kebugaran tubuh. Kegiatan senam ini dilakukan pada setiap hari senin yang dimulai pada 22 September 2025 hingga saat ini.
Gerakan senam yang sederhana dan menyenagkan, siswa diajak untuk memahami bahwa menjaga kesehatan tubuh dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan menyenagkan. Bukan hanya itu senam sehat juga melatih koordinasi tubuh, kelenturan otot, serta keseimbangan gerak siswa yang penting bagi perkembangan motorik siswa. Dengan rutin melakukan senam sehat, para siswa akan terbiasa menjalani pola hidup aktif, berpikir positif, serta memiliki tubuh yang sehat sebagai bekal untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.


