Bangkalan, 24 Oktober 2025 – Mahasiswa Youthpreneur Impact Academy (YIA), Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar kegiatan pengabdian kepada generasi Z bertajuk “Peningkatan Literasi Gizi, Pentingnya Gizi Seimbang, dan Pola Konsumsi Camilan Sehat Mahasiswa” di lingkungan Fakultas Pertanian, UTM.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswi Agribisnis semester 3 angkatan 2024 dengan suasana yang penuh antusias. Melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan, mahasiswa diajak memahami pentingnya menjaga asupan gizi dan memilih camilan yang tidak hanya enak, tetapi juga bernutrisi.
Dalam kegiatan ini, penyampaian materi dikemas secara interaktif dengan diselingi games seputar makanan berprotein dan tidak berprotein, sehingga peserta dapat belajar sambil berpartisipasi aktif. Kehangatan suasana membuat pesan mengenai pentingnya literasi gizi dan pola makan seimbang tersampaikan dengan ringan namun bermakna.
Tim pengabdian YIA juga memaparkan fakta menarik bahwa lebih dari 48% mahasiswa d Indonesia belum memiliki status gizi ideal, dan sekitar 30% tergolong gemuk atau overweight.
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat mahasiswa dituntut untuk aktif, produktif, dan memiliki konsentrasi tinggi dalam belajar.
Suasana hangat membuat peserta aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan yang dekat dengan keseharian mereka. Beberapa mahasiswi, misalnya, mempertanyakan bagaimana
cara memulai kebiasaan makan sehat ketika di rumah sudah terbiasa disajikan makananberminyak dan tinggi lemak oleh orang tua.
Ada pula yang menuturkan kendala lain, yakni sulitnya menemukan makanan sehat di sekitar kampus karena jajanan yang banyak dijual hanyalah otak-otak, seblak, dan makanan cepat saji, sehingga membuat mahasiswa lebih memilih yang praktis daripada memasak sendiri.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya gizi mulai tumbuh, meski masih banyak tantangan dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari.
Sebagai solusi, generasi z diperkenalkan dengan berbagai pilihan camilan sehat berprotein seperti kacang almond, edamame, telur rebus, yoghurt, hingga produk lokal berbasis kedelai seperti Soyjoy.
Jenis camilan ini dinilai mampu menjaga energi, meningkatkan fokus, serta mengurangi dan mencegah risiko obesitas dan anemia.
Dalam pengabdian YIA ini juga memberikan berbagai tips sederhana, seperti memulai dari pengaturan porsi makan, memilih cara masak yang lebih sehat, hingga membawa bekal camilan bergizi saat beraktivitas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa pengabdian YIA berharap peserta semakin peduli terhadap kesehatan dan mampu menerapkan kebiasaan makan yang lebih baik. Edukasi sederhana namun berdampak ini menjadi langkah kecil untuk menumbuhkan gaya hidup sehat di kalangan generasi muda kampus.


