Bangkalan – Pembukaan kuliah kerja nyata tematik (KKN-T) 2025 Universitas Trunojoyo Madura dengan judul Pendampingan Formulasi Pakan Ikan Terinduksi Probiotik Fiysh Pro UTM: Strategi Menuju Swamsembada Pangan Nasional Melalui Optimalisasi Produksi Perikanan Di Kelompok Pembudidaya Ikan King Lele Farm, Dusun Tonjungan, Arosbaya, Bangkalan telah dilaksanakan pada hari Rabu, 17 September 2025.
Pembukaan KKNT bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat Desa Tengket terkait kegiatan kuliah kerja nyata tematik yang akan dilakukan oleh rekan mahasiswa-i dari program studi S1 Manajemen Sumberdaya Perairan dengan Pemerintah Desa Tengket, khususnya kepada masyarakat dan kelompok peternak lele yang ada di Dusun Tonjungan.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjembatani hasil kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa untuk dapat diterapkan dan diaplikasikan di masyarakat, yaitu terkait formulasi pakan ikan dengan tambahan probiotik Fiysh dengan aplikasi di lapangan.
Pembukaan KKN Tematik dihadiri oleh bapak Abdus Salam Junaedi S.Si M.Si, Prof. Dr. Ir Muhammad Zainuri M.Sc dan Alfan Biroli S.Pd M.Si sebagai Dosen Pembimbing Lapangan.
Tercatat tamu undangan yang hadir dalam kegiatan ini adalah Perwakilan Camat Arosbaya (Sekretaris Kecamatan), Perangkat Desa Tengket, Kelompok Peternak Lele, dan masyarakat yang ada di lingkungan Desa Tengket.
Rentetan acara pada pembukaan KKN Tematik diawali oleh MC yaitu Devita Mega, selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan Talitha Aulia Nadifah Safitri sebagai dirigen.
Acara pembukaan diisi dengan beberapa sambutan yaitu dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Dr. Ir Muhammad Zainuri M.Sc. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan KKN Tematik kali ini berbeda dengan kegiatan KKN Reguler pada umumnya, karena hanya berfokus pada sebagian kecil masyarakat, yaitu kelompok peternak lele yang ada di Dosun Tonjungan.
Mitra yang dituju dari kegiatan ini adalah Mitra King Lele Farm yang merupakan mitra yang aktif dalam kegiatan pembenihan dan pembesaran ikan lele. Berbeda dengan kegiatan KKN Reguler pada umumnya, fokus kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa tertuju pada sebagian besar kelompok masyarakat yang ada di dalam suatu lingkup Desa.
Tidak hanya itu, kegiatan KKN Tematik ini membutuhkan waktu kurang lebih sebanyak 3 bulan, dibandingkan dengan kegiatan KKN Reguler yang hanya membutuhkan waktu sekitar 25 hari waktu kerja aktif.
Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Octorio Prawidyatama, ST selaku Sekretaris Kecamatan Arosbaya.Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa KKN-T harus saling mendukung satu sama lain, mengedepankan kekompakan dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan dan disosialisasikan kepada masyarakat, serta yang paling penting menjaga keamanan tempat kegiatan pengabdian masyarakat yang sekaligus menjadi tempat tinggal selama kurun waktu 3 bulan.
Sambutan Ketiga disampaikan oleh Bapak Qorim selaku Ketua Badan Pengawas Desa Tengket. Beliau menuturkan bahwa apabila terdapat kendala atau hambatan dalam rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa-i yang melaksanakan kegiata KKNT dihimbau agar tidak segan untuk menghubungi dan berkoordinasi dengan Perangkat Desa Tengket.
Beliau menegaskan bahwa kesiapsiagaan dan kerelaan Perangkat Desa Tengket untuk dapat membantu menyukseskan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tengket merupakan suatu tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh Perangkat Desa Tengke.
Sambutan keempat disampaikan oleh Bapak Khoirul selaku mitra King Lele Farm dalam kegiatan KKN Tematik. Beliau menyampaikan bahwa mitra King Lele Farm akan siap dan bersedia untuk mengajak masyarakat Desa Tengket untuk dapat belajar bersama dan berpraktik bersama terkait kegiata budidaya ikan lele.
Beliau menegaskan bahwa kegiatan pemasaran ikan Lele di Desa Tengket sangat luas, apalagi sekarang sedang ada moment MBG (Makan Bergizi Gratis) yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Beliau menguatkan bahwa sekarang ikan lele telah menjadi salah satu menu favorit yang digunakan untuk asupan gizi bagi para peserta didik di seluruh Indonesia yang menerima paket MBG dari pemerintah.
Baca juga : Kelompok 16 Mbkm Kewirausahaan, Gelar Edukasi Tentang Pentingnya Camilan Rendah Gula untuk Mahasiswa
Pembukaan KKN Tematik secara simbolis dilakukan dengan pemotongan pita oleh Bapak Abdus Salam Junaedi S.Si M.Si yang didampingi dengan Bapak Khoirul selaku mitra King Lele Farm. Beliau menyampaikan bahwa pembangunan sumur Bor di mitra King Lele Farm sudah dilakukan sebelum pelaksanaan kegiatan pembukaan KKNT.
Tujuan pembangunan sumur bor ini adalah untuk dapat memfasilitasi mitra King Lele Farm dalam penyediaan dan penggunaan air bersih untuk keperluan kegiatan budidaya ikan lele, khususnya dalam bidang pembesaran ikan lele yang merupakan bagian terpenting untuk mendukung stok ikan lele di wilayah Desa Tengket.
Hal ini juga merupakan salah satu bentuk dan wujud kerja sama yang dilakukan oleh Program Studi S1 Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Kelautan dan Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura dengan mitra King Lele Farm, Dusun Tonjungan, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.



Foto Bersama perangkat desa dan Masyarakat


