kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Cegah Perundungan Sejak Dini, KKN Kolaborasi UTM Gelar Sosialisasi Geranting di SMPN 1 Plaosan

Magetan — Tim Kuliah Kerja Nyata Kolaborasi (KKN-K) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan program kerja Sosialisasi GERANTING (Gerakan Anti Bullying) di SMP Negeri 1 Plaosan pada Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta pemahaman siswa terhadap bahaya perundungan, khususnya di lingkungan sekolah.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMP Negeri 1 Plaosan tersebut diikuti oleh siswa-siswi kelas VII hingga IX yang tergabung dalam organisasi OSIS, Pramuka, dan Palang Merah Remaja (PMR). Turut hadir pula perwakilan guru Bimbingan Konseling (BK) serta guru pembina organisasi sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan bullying di sekolah.

Penanggung jawab kegiatan, Fadya Ayu Rahmadi, menjelaskan bahwa sosialisasi GERANTING dirancang untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada remaja mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak psikologis yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan keberanian siswa untuk bersikap peduli, saling menghargai, dan berani bersuara ketika menemukan praktik perundungan,” ujar Fadya.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Prilianti Tiurida Marbun dengan pendekatan komunikatif dan partisipatif. Selain pemaparan materi, peserta juga diajak mengikuti sesi butterfly hug, yaitu teknik self-help sederhana yang bertujuan membantu peserta menenangkan diri saat mengalami tekanan emosional.

Tak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan sesi bercerita melalui surat, di mana para siswa diminta menuliskan pengalaman mereka, baik sebagai korban, pelaku, maupun saksi bullying. Sesi ini menjadi ruang refleksi sekaligus sarana menumbuhkan empati di kalangan peserta.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN-K UTM, Dr. Haryo Triajie, SPi., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan program GERANTING sebagai langkah preventif yang relevan dengan kondisi remaja saat ini. Menurutnya, pendekatan edukatif dan emosional dalam kegiatan ini mampu membantu siswa memahami dampak perundungan secara lebih mendalam.

“Kegiatan ini tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran dan empati. Ini penting sebagai bekal bagi siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” ungkapnya.

Melalui sosialisasi GERANTING, Tim KKN Kolaborasi UTM berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan budaya sekolah yang bebas dari perundungan. Program ini juga diharapkan mampu mendorong siswa SMP Negeri 1 Plaosan untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat, inklusif, dan saling menghargai.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img