Bangkalan, Madura — Dari sebuah desa kecil di Kabupaten Bangkalan, lahirlah kudapan tradisional yang memanjakan lidah: Tajin Sobih. Kuliner ini bukan sekadar bubur biasa, tapi perpaduan lima olahan berbeda yang diracik dengan cinta, menghasilkan rasa manis yang kaya dan tampilan yang menggoda.
Di tengah ragam kuliner Nusantara, Tajin Sobih tampil sederhana namun tak bisa diremehkan. Cita rasanya yang khas menjadikannya primadona di kalangan masyarakat lokal maupun pendatang.
Asal Usul dan Filosofi di Balik Nama
Nama “Tajin Sobih” terdiri dari dua kata khas Madura: Tajin yang berarti bubur, dan Sobih yang merujuk pada nama desa di Kecamatan Burneh, Bangkalan. Letaknya tidak jauh dari jalan utama—hanya butuh waktu sekitar lima menit berkendara dari jalan raya untuk sampai ke sana.
Kuliner ini telah menjadi bagian dari identitas Desa Sobih. Meskipun tampak serupa dengan bubur sumsum, Tajin Sobih memiliki komposisi lebih kompleks yang membuatnya unik.
Ragam Bubur dalam Satu Sajian
Tajin Sobih terdiri dari lima komponen utama:
- Bubur putih dengan tekstur lembut,
- Bubur coklat yang manis dan legit,
- Bubur mutiara berwarna merah yang kenyal,
- Kuah santan gurih,
- Saus gula merah kental sebagai pemanis utama.
Kelima elemen ini disajikan berdampingan di atas daun pisang atau piring, lalu disiram kuah santan dan saus gula merah. Perpaduannya menghasilkan rasa yang manis, gurih, dan sedikit asin yang harmonis.
Rahasia Kelezatan: Bukan Sekadar Resep
Membuat Tajin Sobih bukan hal yang instan. Kunci kenikmatannya terletak pada ketelitian dalam memilih bahan, menakar komposisi, dan mengatur tingkat kematangan. Prosesnya membutuhkan kesabaran dan kepekaan rasa—itulah mengapa rasa Tajin Sobih yang autentik sulit ditemukan di luar daerah asalnya.
Harga satu porsi pun sangat ramah di kantong, hanya sekitar Rp4.000–Rp5.000. Meski berasal dari Desa Sobih, kudapan ini juga banyak dijumpai di kota Bangkalan, terutama di pasar tradisional dan pinggir jalan.
Namun, sayangnya, generasi muda belum banyak yang meneruskan tradisi berjualan Tajin Sobih. Menurut Aisah (36), warga Dusun Mandelan, mayoritas penjual saat ini sudah berusia lanjut. “Sebagian besar penjualnya sudah berumur 50 tahun ke atas. Tidak mudah lagi untuk berjalan jauh menjajakan dagangan,” ujarnya.
Langkah Demi Langkah: Resep Tajin Sobih Asli Madura
Berikut ini resep lengkap Tajin Sobih jika kamu ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah:
1. Bubur Putih
Bahan: Tepung beras, tepung kanji, kelapa parut, santan.
Cara: Campur semua bahan, aduk hingga kalis, bentuk bulatan kecil.
2. Kuah Putih
Bahan: Tepung beras, tepung kanji, santan, air, garam.
Cara: Rebus santan, larutkan tepung dengan air, campurkan perlahan ke santan hingga mengental. Masukkan bulatan bubur putih.
3. Bubur Coklat
Bahan: Tepung beras, tepung ketan, tepung kanji, gula merah cair, air.
Cara: Campur hingga kalis, bentuk lonjongan kecil.
4. Kuah Coklat
Bahan: Tepung beras, tepung kanji, gula merah, santan, air.
Cara: Rebus santan dan gula merah, lalu masukkan adonan tepung perlahan hingga kental. Tambahkan bubur coklat.
5. Bubur Mutiara
Bahan: Sagu mutiara merah, tepung kanji, gula pasir, pandan, air, garam.
Cara: Rebus semua bahan kecuali sagu, lalu masukkan sagu, aduk sebentar dan angkat.
6. Kuah Santan
Bahan: Santan, daun pandan, garam, tepung kanji.
Cara: Rebus semua bahan, aduk hingga matang dan mengental.
7. Saus Gula Merah
Bahan: Gula jawa, daun pandan, air.
Cara: Rebus hingga mengental dan harum.
Penyajian yang Autentik
Untuk menyajikan Tajin Sobih, susun bubur putih, coklat, dan mutiara dalam satu piring atau daun pisang. Siram dengan kuah santan dan saus gula merah di atasnya. Sajikan hangat untuk sensasi rasa terbaik.
Penutup
Tajin Sobih bukan hanya sekadar makanan penutup, tapi juga warisan budaya kuliner Madura yang patut dijaga dan dilestarikan. Di tengah arus makanan cepat saji modern, keberadaan kuliner seperti ini adalah pengingat bahwa kekayaan rasa bisa hadir dari kesederhanaan, ketekunan, dan cinta terhadap tradisi.


