kerja Sama

Kirim Tulisan

Home

ic_fluent_news_28_regular Created with Sketch.

Berita

ic_fluent_phone_desktop_28_regular Created with Sketch.

Teknologi

Wisata

Pendidikan

Bisnis

Keislaman

ic_fluent_incognito_24_regular Created with Sketch.

Gaya Hidup

Sosial Media

Balutan Gaun Feminisme, Sandera Kemuliaan Muslimah Palestina

POJOKSURAMADU.COM – Suara rakyat Palestina harus didengar. Bukan hanya perempuan dan anak-anak, tetapi semua orang. Demikian pernyataan Miss Palestina Nadeen Ayoub ketika mulai melangkahkan kakinya menuju ajang Miss Universe 2025 yang berlangsung di Bangkok, Thailand.

Meski Fátima Bosch dari Meksiko yang berhak mengenakan mahkota kemenangan Miss Universe 2025, setidaknya, sejauh ini Nadeen Ayoub masuk finalis mewakili negaranya, Palestina (wartakotalive.com, 21-11-2025).

Tahun 2025 ini menjadi kali pertama untuk Palestina bergabung dengan kontes Miss Universe. Nadeen pun mengucapkan , “Di masa ketika seluruh mata dunia tertuju pada Tanah Air kami, saya memikul peran ini dengan tanggung jawab mendalam. Ini bukan sekadar gelar, tetapi sebuah platform untuk buka suara untuk rakyat Palestina, terutama para perempuan dan anak-anak” (kumparan.com,26-11-2025).

Namun siapa sosok Nadeen? Apakah murni keinginannya memperjuangkan nasib Palestina dari hatinya atau ia hanya pekerja biasa dari sebuah program global?

Nadeen Ayoub tumbuh besar di Palestina, Amerika Serikat, dan Kanada. Sekarang, ia tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab, dan Ramallah, Tepi Barat, Palestina, gadis cantik ini merupakan lulusan program studi sastra dan psikologi dari University of Western Ontario, Kanada. Dia aktif sebagai wellness dan nutrition coach di Palestina.

Nadeen mendirikan Olive Green Academy, yaitu akademi tempat melatih perempuan Palestina dalam bidang keberlanjutan (sustainability) lewat mendorong mereka membangun bisnis-bisnis yang ramah lingkungan serta menjadi aktivis lingkungan. Olive Green Academy juga memadukan penggunaan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan, AI) dalam programnya.

Nadeen juga aktif di platform Sayidat Falasteen (perempuan Palestina) di bawah Organisasi Miss Palestine. Platform itu bertujuan untuk memberdayakan perempuan lewat menyebarluaskan cerita-cerita inspiratif perempuan Palestina, mendukung bisnis milik perempuan, serta menampilkan dampak-dampak positif para perempuan di mata dunia.

Perempuan Palestina Mestinya Malu

Soal agama apa yang dianut Nadeen Ayoub, tidak secara spesifik ia menyebutkan agama yang dianutnya, tetapi Nadeen menggambarkan dirinya sebagai “warga negara internasional Palestina” yang sering membagikan konten mengenai warisan dan budaya Palestina.

Sebagai warga Palestina tentu tidak salah jika ia menyuarakan penindasan, penjajahan sekaligus genosida di tanah kelahirannya. Namun sungguh fatal jika jalur yang ia tempuh adalah ajang kontes pamer tubuh dan kecantikan wajah. Jika cerdas, sungguh ia tak akan memilih “ mempermalukan” diri sendiri.

Palestina adalah tanah Kharajiyah, ditaklukkan Umar bin Khattab yang menerima langsung kunci Baitul Maqdis dari Uskup Agung Sophronius , pada tahun 637 M. Umar bersama Sophronius kemudian menyusun Perjanjian Umariyah yang berisi jaminan keamanan dan kebebasan beribadah bagi penduduk Kristen serta tak ada orang Yahudi yang hidup di Yerussalem.

Dan hari ini, Palestina sangat lekat dengan keadaan kaum muslim, yang menjadi target utama genosida sejak dijajah Israel. Sangat masyhur bagaimana ketangguhan perempuan muslim menghadapi keadaan yang sangat penuh tekanan, kehilangan anak, suami, keluarga. Bahkan jika masih memiliki anak maka persoalannya bagaimana bisa tetap hidup di tengah serangan Israel dengan bom, tembakan senjata hingga blokade bantuan dari luar Palestina.

Negeri Palestina yang awalnya makmur, sejahtera dan adil di bawah kepemimpinan Islam, kini hancur di bawah Israel dan AS sekutunya, diperparah dengan diamnya pemimpin negeri muslim. Sosok Nadeen adalah gambaran gadis didikan feminisme sekuler. Mereka percaya sekaligus meratifikasi kebijakan global lewat platform Sayidat Falasteen (perempuan Palestina) yang sekaligus di bawah Organisasi Miss Palestine yang begitu gencar mempromosikan pemberdayaan perempuan, dalam hal ini perempuan Palestina.

Tak lain dan tak bukan, pemberdayaan perempuan yang dimaksud jelas di bidang perekonomian saja, menentang apa yang diperintahkan Islam kepada perempuan bahwa perempuan dinafkahi, tak punya waris, tak bisa sendirian jika dimintai kesaksian dan selalu harus ada izin suami atau walinya. Seolah Islam mengekang dan membatasi gerak perempuan, padahal memiliki potensi yang sama dengan pria.

Suara yang bagaimana yang akan dibawa ke kancah internasional untuk lebih diperhatikan jika wadah yang dia ada di dalamnya adalah kepanjangan tangan penjajah itu sendiri yaitu AS?

Jihad dan Khilafah Solusi Tuntas Palestina

Apa yang diemban Nadeen bak bunuh diri politik, yang dituju adalah agar dunia peduli pada nasib Palestina, di saat yang sama dia juga mengemban ide Kapitalisme yang berasal dari penjajah, dimana segala sesuatu diukur dengan standar materi, bahkan tubuhnya pun dianggap komoditas , semakin molek semakin bernilai tinggi.Benar, perempuan dalam sistem Kapitalisme tak ubahnya barang , jika tak bermanfaat maka di buang atau digantikan dengan yang lain.

Solusi Palestina hanya tegakkan Khilafah yang akan mengkomandoi jihad fi Sabilillah. Menghabisi kezaliman Israel yang dibantu penuh oleh AS. Khilafah pula yang bisa menjamin persatuan umat terwujud, sebuah koneksi utuh ukhuwah Islamiyah tanpa batas sekat negara, budaya, bahasa, dan lainnya selain akidah Islam.

Saatnya kaum muslim menyadari, Barat tak pernah berhenti memikirkan bagaimana cara menghapus Islam dari muka bumi, dengan cara menjajah, eksploitasi alam atas nama investasi bahkan dengan ide, atau pemikiran hingga kaum muslim benar-benar bingung hingga tak bisa lagi bedakan mana yang berasal dari Islam dan mana yang dari musuh.

Allah telah memperingatkan hal ini dengan firmanNya yang artinya,”Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai”. (TQS At Taubah: 32).

Dengan pertolongan Allah dan ketaatan kita terhadap semua yang diturunkan Allah maka kemenangan bagi kaum muslim hanya menunggu waktu saja, tidakkah kita merindukannya, hidup berkah dunia akhirat? Wallahualam bissawab.

Artikel Terkait :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Postigan Populer

spot_img