Suku Madura merupakan salah satu kelompok etnis besar yang mendiami wilayah Indonesia, khususnya berasal dari Pulau Madura dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Dengan populasi sekitar 7,1 juta jiwa, masyarakat Madura telah menyebar ke berbagai daerah di Nusantara, terutama ke wilayah Jawa Timur dan Kalimantan. Namun, tahukah Anda bagaimana asal usul Suku Madura bermula?
Dalam artikel ini, kita akan mengupas sejarah, legenda, dan perjalanan budaya Suku Madura yang penuh warna, mulai dari akar historisnya hingga kepercayaan serta nilai-nilai yang membentuk identitas mereka.
Orang Madura merupakan salah satu kelompok etnis besar di Indonesia yang dikenal memiliki karakter tegas, budaya kuat, serta peran penting dalam sejarah Nusantara. Mereka berasal dari Pulau Madura yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur dan tersebar hingga ke pulau-pulau kecil di sekitarnya, seperti Kangean dan Sapudi. Namun, persebaran mereka tidak berhenti di sana. Saat ini, orang Madura telah menyebar luas ke berbagai wilayah di Indonesia, terutama di Jawa Timur, Kalimantan, dan sebagian Sumatra.
Masyarakat Madura memiliki latar belakang sejarah, sosial, dan budaya yang sangat menarik untuk dikaji. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap asal-usul, nilai-nilai budaya, serta karakteristik khas yang membentuk identitas orang Madura hingga saat ini.
Karakteristik Khas Orang Madura

Sebelum masuk ke sejarah, penting untuk memahami karakter umum masyarakat Madura. Mereka dikenal dengan gaya bicara yang keras dan berintonasi tinggi. Meski bagi sebagian orang terdengar kasar, hal ini sejatinya adalah ciri khas komunikasi mereka yang tegas.
Selain itu, orang Madura juga terkenal disiplin, hemat, dan rajin bekerja. Nilai-nilai Islam begitu mengakar dalam kehidupan masyarakat Madura. Mereka menjunjung tinggi harga diri, hingga muncul sebuah pepatah populer: “Lebih baik pote tolang etembang pote mata”, yang artinya “Lebih baik mati daripada menanggung malu.”
Legenda: Asal Muasal Orang Madura
Menurut kisah-kisah tradisional seperti dalam Babad Madura dan Kitab Negarakertagama, sejarah asal usul suku Madura memiliki nuansa mitologis yang kuat. Diceritakan bahwa di Tanah Jawa pernah berdiri sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang dipimpin oleh Raja Sang Hyang Tunggal.
Putri sang raja, Bendoro Gung, suatu malam bermimpi didatangi rembulan. Tak lama kemudian ia hamil, namun tidak mampu menjelaskan siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Karena merasa dipermalukan, sang raja memerintahkan Patih Peranggulang untuk membunuh sang putri.
Namun, ketika hendak mengeksekusi perintah tersebut, pedang Patih selalu terjatuh. Setelah tiga kali percobaan gagal, sang Patih memutuskan untuk melindungi sang putri dan mengasingkan diri ke sebuah hutan. Ia pun mengganti namanya menjadi Kyai Poleng.
Sang putri kemudian diletakkan di atas rakit (ghitek) dan dihanyutkan ke arah laut. Konon, rakit itu sampai ke sebuah tempat yang dinamakan Madu Oro—yang diyakini menjadi asal nama “Madura”. Dalam versi lain, nama Madura berasal dari istilah “tanah semu”, karena pulau ini kerap tampak dan lenyap saat pasang-surut laut.
Kelahiran Raden Segoro: Leluhur Suku Madura?
Putri Bendoro Gung akhirnya melahirkan seorang anak lelaki bernama Raden Segoro, yang dipercaya sebagai leluhur awal orang Madura. Raden Segoro memiliki kisah kepahlawanan sejak kecil. Ia pernah mengalahkan dua ular naga raksasa di pantai, yang kemudian berubah menjadi dua tombak pusaka bernama Kyai Nenggolo dan Kyai Alukulo.
Raden Segoro kemudian dipanggil oleh Raja Medang Kamulan untuk membantu kerajaan dari serangan musuh. Dengan menggunakan tombak pusaka, ia memenangkan pertempuran. Atas jasanya, ia dianugerahi gelar Tumenggung Gemed. Namun, ketika ia bertanya siapa ayah kandungnya, sang ibu menjawab bahwa ayahnya adalah makhluk gaib. Seketika, sang ibu dan rumahnya menghilang secara misterius.
Sejarah Suku Madura Secara Historis
Legenda tersebut melengkapi narasi budaya, namun secara sejarah, asal-usul etnis Madura lebih kompleks. Catatan dalam Negarakertagama menyebutkan bahwa Madura dulunya menyatu dengan Pulau Jawa, dan dipimpin oleh Arya Wiraraja, Adipati pertama Madura yang diangkat oleh Raja Kertanegara dari Kerajaan Singhasari pada tahun 1269. Pusat pemerintahannya berada di Batuputih, Sumenep.
Pada abad ke-9 hingga ke-13, wilayah Madura berada di bawah pengaruh kerajaan Hindu seperti Kediri, Singhasari, dan Majapahit. Memasuki abad ke-16, pengaruh Islam mulai menyebar luas, seiring eratnya hubungan Madura dengan kerajaan Islam pesisir utara Jawa seperti Demak, Gresik, dan Surabaya.
Pada tahun 1624, Madura ditaklukkan oleh Kerajaan Mataram, dan kemudian pada abad ke-18 dikuasai oleh VOC dan Hindia Belanda. Pemerintahan kolonial Belanda memanfaatkan kedisiplinan dan loyalitas orang Madura, sehingga banyak dari mereka yang direkrut sebagai pegawai militer kolonial.
Migrasi dan Perpaduan Budaya
Kajian antropologi mengungkap bahwa orang Madura memiliki jejak migrasi panjang. Diduga nenek moyang mereka berasal dari gelombang migrasi besar Asia Tenggara antara 4.000 hingga 2.000 tahun sebelum masehi. Bangsa-bangsa seperti Burma, Thai, dan Vietnam yang terdesak oleh ekspansi Tiongkok, melakukan perjalanan ke arah selatan dan sebagian menetap di kepulauan Nusantara, termasuk Madura.
Kesamaan kebudayaan terlihat dari tradisi kuliner seperti pembuatan ikan asin, terasi, serta sistem pertanian dan peralatan yang digunakan. Hubungan ini menunjukkan bahwa orang Madura merupakan bagian dari jaringan budaya yang lebih luas di Asia Tenggara kuno.
Kepercayaan dan Budaya Lokal
Suku Madura sangat memegang teguh prinsip agama, terutama Islam. Selain itu, mereka memiliki tradisi yang unik seperti carok, yaitu pertarungan satu lawan satu untuk menjaga harga diri. Tradisi ini kini sudah mulai berkurang karena meningkatnya kesadaran pendidikan dan pendekatan hukum modern.
Dalam adat Madura, pernikahan, kematian, dan khitanan dilakukan dengan prosesi budaya yang kuat. Kesenian lokal seperti sapi sonok, karapan sapi, dan musik saronen juga menjadi bagian penting dalam identitas budaya mereka.
Penutup: Menjaga Warisan Leluhur Madura
Asal usul suku Madura adalah gabungan antara legenda yang mewarnai budaya dan catatan sejarah yang memperkuat identitas. Dengan karakter yang kuat, disiplin, serta komitmen terhadap nilai-nilai Islam dan kehormatan, orang Madura terus memainkan peran penting dalam dinamika sosial dan ekonomi Indonesia.
Memahami akar sejarah dan budaya suku Madura bukan hanya memperkaya wawasan, tapi juga menjadi langkah penting dalam menjaga warisan leluhur yang berharga. Dengan semakin banyak generasi muda Madura yang terdidik, harapan untuk masa depan yang lebih inklusif dan penuh kontribusi bagi bangsa Indonesia terbuka lebar.


